Berita

Oesman Sapta/ist

Nusantara

Oso: Jangan Sampai Kekayaan Indonesia Jatuh ke Pihak Asing

SABTU, 24 OKTOBER 2015 | 04:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kalimantan Barat adalah provinsi yang menjadi salah satu halaman muka bangsa Indonesia. Di provinsi ini terdapat sumber daya alam yang begitu besar. Ada sekitar 1001 tanaman langka yang tidak ditemukan di negara lain. Juga ada sekitar 1,8 miliar ton bauksit yang belum tergali dan masih terdapat di bumi Kalbar.

Namun, potensi sumber daya alam yang begitu besar, itu harus dikelola dengan bijaksana. Jangan sampai karena tidak memiliki modal yang cukup, membuat kekayaan alam jatuh ke tangan bangsa lain. Karena itu pemerintah dituntut ekstra hati-hati sebelum menentukan pihak-pihak mana yang akan diberi izin pengelolaan sumber daya alam tersebut.

Demikian disampaikan Wakil Ketua MPR RI Dr (H.C) Oesman Sapta Odang saat membuka Press Gathering Parlemen di Hotel Grand Mahaka, Pontianak, Kalbar, Jumat (23/10) malam.
 

 
Oso, begitu dia disapa, meminta wartawan untuk senantiasa mencermati dan turut mengawasi proses pembangunan di daerah. Ini perlu dilakukan semata-mata untuk menghindari jatuhnya kekayaan alam Indonesia ke tangan asing.

"Kita ini sangat kaya, dan sudah selayaknya masyarakat menikmati kesejahteraannya. Inilah yang diinginkan oleh empat pilar yaitu meningkatnya kesejahteraan bangsa Indonesia", katanya.

Ke depan, Oso berharap hubungan MPR dengan wartawan akan semakin harmonis. Caranya adalah silaturrahmi antara wartawan dengan MPR juga harus terus menerus dibina. Salah satunya melalui acara press gathering.

Harapan serupa dikemukakan Kepala Biro Humas MPR RI Ma'ruf Cahyono. Acara press gathering yang dilaksanakan hingga Minggu (25/10), kata Ma'ruf, bertujuan untuk menjalin silaturrahmi dengan wartawan. Serta menjembatani kepentingan tugas MPR dalam melaksanakan sosialisasi empat pilar. Sehingga diharapkan empat pilar bisa sampai ke masyarakat hingga tahap aktualisasi. [wah] 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya