Berita

Olahraga

Kemenpora: Pemuda Tidak Harus Jadi Kader Parpol

JUMAT, 23 OKTOBER 2015 | 10:30 WIB | LAPORAN:

Para pemuda Indonesia sekarang sudah tidak zamannya lagi terjun ke arena politik. Mereka juga dapat menggeluti bidang lainnya yang lebih menjanjikan, seperti enterpreneur.

Demikian dikatakan Asisten Deputi Tenaga Kepemudaan pada Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Hamka Hendra Noer. Saat ini, lanjut dia, Kementerian Pemuda dan Olahraga tengah mengupayakan agar kaum muda lebih menggeluti dunia enterpreneur atau mandiri berwirausaha.

"Ini sebagai alternatif kalau pemuda mungkin ada yang punya bakat bisnis dan tidak harus jadi kader parpol," kata Hamka dalam sebuah diskusi di Media Center, Kemenpora, Jakarta , Kamis malam (22/10).


Selain Hamka, turut hadir sebagai narasumber adalah Kepala Bagian Humas Kemenpora, Samsudin; Vice President dari Go Jek dan Go Life, Dara Permata; Hamzirwan wartawan Kompas. Acara dibuka oleh Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kepegawaian, Djunaidi.

Samsudin menyatakan, Kemenpora sangat prihatin dengan kondisi kalangan kaum muda di Tanah Air yang belakangan sudah lupa dengan isi naskah Sumpah Pemuda.

"Banyak yang tak ingat lagi isi naskah Sumpah Pemuda. Padahal di masa sekolah hal ini sudah berkali-kali diajarkan," ujarnya.

Sedangkan Vice President dari Go Jek dan Go Life, Dara Permata mengatakan, terkait dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, para petinggi Go Jek, 80 persennya merupakan kaum muda.

"Dengan usia mereka yang masih muda, di bawah 30 tahun, ini menunjukkan bahwa Go Jek ingin menunjukkan kemandiriannya," tuturnya.

Dara menjelaskan dengan cara bergabung ke Go Jek, dia ingin menunjukkan kemandiriannya sebagai kaum muda. Sementara itu, Hamzirwan mengaku bangga dengan semangat kalangan pemuda Indonesia saat melakukan perjalanan jusnalistik bersama 50 wartawan dari Aceh ke Larantuka, Flores.

"Melalui perjalanan itu, kami bisa mengetahui bahwa sebenarnya kalangan muda di berbagai pelosok di Tanah Air, sangat cinta pada NKRI," jelasnya.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya