Para pemuda Indonesia sekarang sudah tidak zamannya lagi terjun ke arena politik. Mereka juga dapat menggeluti bidang lainnya yang lebih menjanjikan, seperti enterpreneur.
Demikian dikatakan Asisten Deputi Tenaga Kepemudaan pada Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Hamka Hendra Noer. Saat ini, lanjut dia, Kementerian Pemuda dan Olahraga tengah mengupayakan agar kaum muda lebih menggeluti dunia enterpreneur atau mandiri berwirausaha.
"Ini sebagai alternatif kalau pemuda mungkin ada yang punya bakat bisnis dan tidak harus jadi kader parpol," kata Hamka dalam sebuah diskusi di Media Center, Kemenpora, Jakarta , Kamis malam (22/10).
Selain Hamka, turut hadir sebagai narasumber adalah Kepala Bagian Humas Kemenpora, Samsudin; Vice President dari Go Jek dan Go Life, Dara Permata; Hamzirwan wartawan
Kompas. Acara dibuka oleh Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kepegawaian, Djunaidi.
Samsudin menyatakan, Kemenpora sangat prihatin dengan kondisi kalangan kaum muda di Tanah Air yang belakangan sudah lupa dengan isi naskah
Sumpah Pemuda.
"Banyak yang tak ingat lagi isi naskah Sumpah Pemuda. Padahal di masa sekolah hal ini sudah berkali-kali diajarkan," ujarnya.
Sedangkan Vice President dari
Go Jek dan
Go Life, Dara Permata mengatakan, terkait dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, para petinggi
Go Jek, 80 persennya merupakan kaum muda.
"Dengan usia mereka yang masih muda, di bawah 30 tahun, ini menunjukkan bahwa
Go Jek ingin menunjukkan kemandiriannya," tuturnya.
Dara menjelaskan dengan cara bergabung ke Go Jek, dia ingin menunjukkan kemandiriannya sebagai kaum muda. Sementara itu, Hamzirwan mengaku bangga dengan semangat kalangan pemuda Indonesia saat melakukan perjalanan jusnalistik bersama 50 wartawan dari Aceh ke Larantuka, Flores.
"Melalui perjalanan itu, kami bisa mengetahui bahwa sebenarnya kalangan muda di berbagai pelosok di Tanah Air, sangat cinta pada NKRI," jelasnya.
[wid]