Berita

M. Yusuf Pantas jadi Jaksa Agung, Tapi Apakah Jokowi Mau Angkat Orang Baik?

JUMAT, 23 OKTOBER 2015 | 02:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Desmond J Mahesa menilai figur Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf memang layak menjadi Jaksa Agung.

"Saya pribadi memahami beliau, memang layak sekali (jadi Jaksa Agung)," sebut Desmond di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 22/10).

Dalam amatannya, Yusuf sosok yang santun dan sehingga tegas dibutuhkan dalam penegakan hukum. "Dia orangnya istiqomah, santun, sangat tegas, dan tidak berpolitik," jelasnya.


Disinggung alasan apa yang menjadikan Yusuf layak jadi Jaksa Agung, Desmond mengatakan selama menjabat sebagai kepala PPATK, Yusuf tidak pernah mempertontonkan penyalahgunaan wewenang.

"Dia juga seorang jaksa, tidak pernah terdengar melanggar hukum, dia santun, dan dia religius," ungkapnya.

Namun, lanjut Desmond, pertanyaannya adalah apakah Yusuf cocok dengan pemerintahan Jokowi yang sangat kental berpolitik dan terkesan menggunakan lembaga Kejaksaan sebagai alat politis?

"Yang jadi persoalan adalah Yusuf seperti itu (baik) cocok enggak, pada saat dia ditekan untuk mengikuti irama pemerintahan yang politis? Presiden sekarang belum tentu memakai orang yang baik," tukas Desmond yang juga wakil ketua DPP Gerindra itu.

Sebelumnya, M. Yusuf merendah saat ditanya apakah siap menjadi Jaksa Agung menggantikan HM Prasetyo.

"Masih banyak orang yang lebih bagus daripada saya. Sampai sekarang enggak ada itu reshuffle. Tapi saya ini prajurit dimanapun saya siap ditempatkan," tegas Yusuf di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 22/10). [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya