Berita

Empat Pilar dengan Bela Negara Memiliki Persamaan

KAMIS, 22 OKTOBER 2015 | 10:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mendukung rencana program Bela Negara yang diagungkan oleh Kementerian Pertahanan. Program Sosialisasi Empat Pilar MPR yang selama ini dilakukan MPR kemungkinan besar akan digabung atau dimasukkan dalam program Bela Negara.

"Saya kira arahnya ke sana," kata  Mahyudin usai membuka sosialisasi Empat Pilar MPR di STKIP PGRI Banjarmasin, Kamis (22/10). Sekitar 400 lebih mahasiswa mengikuti sosialisasi ini.

Mahyudin berpendapat program Empat Pilar MPR dengan Bela Negara memiliki persamaan karena untuk membangkitkan nasionalisme. Hanya waktu yang berbeda, sosialisasi Empat Pilar hanya beberapa jam, sedangkan Bela Negara bisa lebih dari dua minggu.


Menurut Mahyudin, sosialisasi Empat Pilar MPR bisa dimasukkan dalam program Bela Negara yang berlangsung lebih lama. "Sehingga pemahaman terhadap sosialisasi Empat Pilar pun bisa lebih mendalam," ujarnya.

Pada prinsipnya Mahyudin mendukung program Bela Negara. Tapi harus lebih jelas dulu kerangkanya seperti apa, targetnya, sasarannya, goalnya, termasuk pembiayaannya.

"Nanti bersinergi dengan MPR khusus materi Empat Pilar," jelasnya.

Namun politikus Partai Golkar itu berpendapat pada saat ini banyak hal yang masih mendesak seperti pemulihan ekonomi. "Pemerintah tidak boleh lengah menghadapi gejolak ekonomi dunia ini. Jadi masih banyak waktu untuk mempersiapkan program Bela Negara," ujarnya.

Berkaitan dengan sosialisasi di STKIP, Mahyudin memberi apresiasi terhadap antusiasme mahasiswa mengikuti sosialisasi Empat Pilar MPR. "Ini penting untuk memberikan paham kebangsaan di tengah era globalisasi sekarang ini," katanya.

Mahyudin juga mengungkapkan semakin hari banyak yang meminta kepada MPR untuk mensosialisasikan Empat Pilar. "Bukan lagi MPR yang menawarkan, tetapi mahasiswa-mahasiswa yang minta disosialisasi Empat Pilar," tukas dia seperti dalam rilis Humas MPR RI. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya