Penyaringan calon Ketua Umum KONI Pusat periode 2015-2019, mulai dibuka. Pihak Panitia Penyaringan dan Penjaringan menegaskan jika pendaftaran bakal calon Ketum dimulai 21 Oktober-12 November.
Seketaris Tim Penjaringan yang juga Humas dan Organisasi KONI Pusat, Riyanto, Rabu malam (21/10) mengatakan jika salah satu persyaratan calon Ketum KONI Pusat yakni minimal mendapat dukungan suara 10 KONI Provinsi dan 15 Pengurus Besar (PB), Pengurus Pusat (PP) dan Induk organisasi olahraga. Sehingga, total 25 dukungan suara.
"Siapapun Ketum KONI Pusat ke depan, harus memiliki kemampuan mengorganisir semua elemen olahraga nasional. Karena itu, Ketua Umum KONI Pusat harus menyelesaikan dualisme olahraga," tutur Hamidi, Ketua Tim Pokja yang juga Sekjen KONI Pusat.
Menurutnya lagi, bahwa ada lima persyaratan yang harus dilengkapi pihak calon Ketum, khususnya terkait dukungan dari masing-masing PB/PP dan KONI Provinsi.
"Dari lima persyaratan, yang paling harus dilengkapi adalah pernah menjabat atau sedang menjabat sebagai Ketua Umum PP/PB atau Ketua Umum KONI Provinsi dan Pengurus KONI Pusat. Selain itu, peserta harus memperoleh rekomendasi tertulis dari atau diusulkan oleh minimal 10 KONI Provinsi dan minimal 15 PP/PB yang masih aktif dan tidak bermasalah," tutupnya.
Hamidi juga menyebutkan, peserta juga terbuka bagi mereka yang telah mendaftar sebagai Calon Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Seperti diketahui, stakeholder olahraga ini juga tengah mengadakan penjaringan Ketua dan akan mengadakan Musornas akhir bulan ini.
Hingga saat ini, sudah ada empat peserta yang mendaftar jadi Calon Ketua KOI yaitu Muddai Madang, Icuk Sugiarto, Hilmi Panigoro dan Purnomo Yusgiantoro. "Boleh saja mereka mendaftar, asalkan memenuhi syarat," kata Hamidi.
Sayangnya, Tim Penjaringan dan Penyaringan belum menentukan tempat pelaksanaannya. Hanya saja, KONI Pusat sudah menyurati Provinsi Papua dan Sulawesi Tenggara, untuk mengkonfirmasi kesediaan tuan rumah Musornas KONI Pusat 2015.
"Hingga saat ini, kami masih menunggu jawaban dari kedua Provinsi tersebut. Namun, kami juga memahami karena kedua Provinsi ini juga akan berlangsung Pilkada serentak pada 9 Desember 2015," ujar Tim Pokja yang juga pengurus KONI Provinsi Sulawesi Tenggara, Ericson Ludji.
[wid]