Berita

Hukum

Penyidik KPK dari TNI Inkonstitusional

KAMIS, 22 OKTOBER 2015 | 04:42 WIB | LAPORAN:

‎ Wakil Ketua Badan Pengurus SETARA Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan penyidik dari kalangan TNI untuk dilibatkan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah langkah yang inkonstitusional.

‎Menurutnya, ada sejumlah pelanggaran dan dampak yang ditimbulkan jika rencana tersebut dilaksanakan.

‎"Pertama, pada Pasal 30 UUD Negara RI 1945 ditegaskan bahwa TNI merupakan alat negara yang bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. Sedangkan tugas penegakan hukum, Konstitusi telah mendelegasikannya kepada Kepolisian sebagaimana diatur dalam Pasal 30 ayat 4 UUD 1945," jelasnya di Kantor Setara Institute di Jakarta, Rabu (21/10).

‎Kedua, menurutnya, pelibatan TNI dalam institusi sipil adalah bagian dari yang ditolak oleh reformasi 1998 dan ketiga rencana pelibatan TNI sebagai penyidik dan pejabat KPK menurutnya adalah jalan lapang bagi TNI untuk kembali memasuki arena penegakan hukum, setelah Konstitusi RI menggariskan pembagian tugas yang jelas untuk TNI dan Polri.

‎ Bonar juga mengatakan rencana Kementerian Pertahanan RI melakukan pendidikan bela negara untuk 10 juta orang dalam 100 tahun kedepan adalah gagasan irasional dan tidak kontekstual dengan kebutuhan berbangsa dan bernegara.

‎Menurutnya, kemunculan gagasan bela negara yang bersumber dari institusi pertahanan/TNI merupakan klaim bahwa seolah TNI adalah yang paling nasionalis dan patriotik.

‎"Padahal di masa Orde Baru, justru militer yang menjadi penopang diktatorisme dan penghalang demokrasi. Memasukkan bela negara dalam kurikulum pendidikan adalah langkah yang lebih tepat, jika dibandingkan dengan menyelenggarakan program bela negara secara terpisah yang hanya akan menambah daftar panjang proyek Lembaga/Kementerian," demikian Bonar.[dem]‎

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya