Berita

teten masduki/net

Teten Masduki Itu Siapa Sih, Kok Malah Nakut-nakuti Jokowi soal Freeport

RABU, 21 OKTOBER 2015 | 14:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Zaman sudah berubah. Kini saatnya, perusahaan asing yang mau beroperasi lagi di Indonesia harus tunduk pada ketentuan di Indonesia. Lebih-lebih perusahaan asing juga harus mulai mau bersikap fair, tanpa manipulasi atau mencoba menekan pemerintah.

"Ini pemerintahan Tisaksti. Ini pemerintahan Nawacita. Perusahaan asing, khususnya Freeport harus hengkang dari Indonesia, atau tak perlu memperpanjang kontrak karya bila tak mau ikut aturan kita. Freeport juga harus mau melaukan divestasi," kata Direktur Eksekutif Segitiga Institute, Muhammad Sukron, kepada Kantor Kepada Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 21/018).

Namun demikian, Sukron mengakui, bila memang saat Freeport masih merasa jumawa. Di saat yang sama, ada orang dalam pemerintahan yang bahkan di lingkaran Istana yang sama sekali tak memahami Trisaksi dan Nawacita, bahkan terlihat mau menelikungnya.


"Sikap Kepala Staf Presiden Teten Masduki, yang malah terlihat berada di sebelah Freeport, dengan pura-pura ketakuan APBN kolaps bila Freeport tak berproduksi, contoh yang tak memahami dengan baik gagasan Trisakti dan Nawcaita. Harusnya Teten berada di balik Jokowi, lalu ikut menekan Frepport. Ini kok malah menakut-nakuti Jokowi. Teten itu siapa sich sebenarnya," ungkap Sukron.

Sukron sendiri masih percaya, Jokowi memiliki keberanian untuk menekan Freeport. Tentu saja, PDI Perjuangan sebagai partai pendukung utama pemerintahan juga harus mendukung langkha-langkah Jokowi maupun sipapaun menteri di Kabinet, yang mau melaksanakan ajaran Trisakti Bung Karno secara nyata.


Diketahui, Teten Masduki mengatakan bahwa APBN bisa kolaps bila tidak ada ada setoran dari Freeport. " Kontrak Freeport berakhir 2021, dan sesuai Undang-Undang baru bisa dibahas perpanjangannya pada 2019. Tapi ini produksi akan turun kalau tidak ada investasi baru dan menjadi gangguan ke pendapatan jadi pemerintah juga berkepentingan produksi bertambah, kalau tidak APBN langsung kolaps karena nilainya besar," kata Teten di Istana Kepresidenan, Selasa malam (20/10). [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya