Berita

Inspektur Satu Dhayita Daneswari/net

Wawancara

WAWANCARA

Inspektur Satu Dhayita Daneswari: Saya Ingin, Nanti Polwan Banyak Mengisi Jabatan & Jadi Jenderal

RABU, 21 OKTOBER 2015 | 08:54 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Enam tahun menjadi polisi, dara cantik ini sudah jadi Kepala Kepolisian Sektor Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Di usia 23 tahun, Daneswari menjadi Kapolsek termuda se-Indo­nesia.

Jenjang karier Daneswari di kepolisian boleh dibilang moncer. Lulus dari Akademi Kepolisian pada 2012, Daneswari melanjutkan pendidikan satu tahun di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian di Jakarta. Setelah lulus, ia ditugaskan di kampung halamannya hingga kini berhasil menempati kursi Kapolsek.

Daneswari memimpin lebih dari 30 anggota polisi yang usianya jauh lebih tua darinya. "Meski menjadi pimpinan kita yang muda tetap harus ngaje­ni (menghormati). Nggak men­tang-mentang Kapolsek, terus seenaknya," ujar Daneswari.


Ketika dihubungi via ponsel oleh Rakyat Merdeka Daneswari menuturkan perjalanan kariernya hingga sekelumit hubungan as­maranya.

Sejak kapan Anda menyan­dang pangkat Iptu?
Saya Juli kemarin, 2015 di­lantik dari Inspektur Polisi Dua menjadi Inspektur Polisi Satu.

Saat berkarier di kepolisian Anda kepikiran bakal jadi Kapolsek?
Nggak sih. Saya kan dinas di Kota Semarang. Karena untuk Polsek di wilayah Polrestabes Semarang ini adalah Polsek urban mas. Polsek urban ini minimal dikepalai oleh polisi berpangkat Komisaris. Jadi saya nggak kepikiran.

Jadi bagaimana ceritanya kemudian dengan pangkat Iptu Anda bisa jadi Kapolsek?
Jadi, kebetulan dari pimpi­nan ada pemekaran Polsek di wilayah Polrestabes Semarang. Sebelumnya Candisari kan tidak ada Polsek, jadi memang pro­gramnya satu kecamatan satu Polsek. Candisari ini kan dulu kan ikutnya Gajah Mungkur, akhirnya dipisah. Candisari sendiri, Gajah Mungkur sendiri. Sehingga Polsek Candisari ini baru, jadi tingkatan­nya masih prarural.

Setelah beberapa minggu menjadi Kapolsek apa pen­galaman menarik yang Anda dapatkan?
Pengalaman menarik sih saat saya bersosialisasi dengan war­ga. Saat ada kegiatan di tingkat Muspika, di Kelurahan. Saat saya berkenalan dengan warga, warga pun menanyakan usia, kamu masih muda kok sudah jadi Kapolsek. Nah saya juga harus pandai memahami dan me­nyampaikan yang patut kepada warga agar bisa memahami.

Tugas tersulit apa yang pernah anda tangani selama jadi polisi?
Pernah menangani kasus anak-anak yang mengalami tindak kekerasan. Dia sulit dia­jak untuk berbicara. Keluarga korban pun sulit diajak bicara. Saya merasa bagaimana cara agar anak ini menceritakan kronologi kejadian. Saya waktu itu dengan tim berupaya keras karena kondisi korban sangat underpressure, sehingga down. Kita butuh waktu dua minggu hingga anak itu mau menceri­takan kejadiannya.

Bagaimana Anda mener­apkan model kepemimpinan, khususnya ketika memimpin anggota kepolisian yang usian­ya lebih tua?
Dalam memimpin anggota kita juga harus menggunakan bahasa yang santun. Kemudian kita juga saling menghargai satu sama lain. Pimpinan harus menghargai bawahan, tapi juga harus tegas dan bijak dalam mengambil keputusan.

Anda sudah berkeluarga?
Belum, tapi (pacar) sudah punya, he..he..

Pacar Anda polisi juga?
Bukan, dia pengusaha kuliner. Tapi dia mendukung karier saya.karena kami sudah kenal sejak SMP dia sudah tahu banget kalau cita-cita saya jadi polisi. Dan Alhamdulillah selama ini tetap berjalan mulus.

Kapan target nikahnya nih, kalau boleh tahu?
He..he..he..Target nikah,...mmm ya...rencananya tahun depan. Kalau tidak ada yang menghalangi.

Anda optimistis bakal jadi Jenderal kelak?
Kalau target untuk jenderal itu kan sesuai dengan kepangkatan. Dari Iptu ke Jenderal itu banyak tingkatan, Iptu ke AKP, kemu­dian Kompol, AKBP, Kombes, Jenderal. Lima tingkat yang harus dilalui, dan itu butuh wak­tu tidak bisa secepat kilat gitu. Butuh waktu dan pembelajaran.

Terkait citra negatif yang­disematkan publik pada ke­polisian, bagaimana Anda menyikapinya?
Sebenarnya penyelewengan yang dilakukan oknum polisi itu hanya satu, dua, tiga orang yang melakukan. Tapi, kan ber­dampak semua pada institusi.

Nah apa yang harus dilakukan un­tuk membersihkan itu semua?

Tentu saja kita perlu mem­perbaiki dari diri kita sendiri. Sebelum kita memperbaiki peri­laku orang lain. Jangan korupsi, jangan ini, jangan itu. Menurut saya perbaiki diri kita sendiri dulu baru kita bisa memperbaiki orang lain. Jadi kalau kita baik, pasti kita bisa memberikan yang terbaik kepada orang lain.

Apa cita-cita terbesar Anda di korps Polwa ini?
Cita-cita terbesar saya, saya ingin nanti banyak Polwan men­duduki jabatan yang dapat diper­caya oleh pimpinan, kemudian juga banyak Polwan yang ban­yak menjadi jenderal. ***

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Bareskrim Bongkar Tempat Jual Beli Ekstasi di Tempat Hiburan Malam

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:59

Ekonom Sambut Baik Kerja Sama RI-Jepang soal Energi Hijau

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:45

NKRI di Persimpangan Jalan

Rabu, 18 Maret 2026 | 03:13

Legislator Kebon Sirih Bareng Walkot Jakbar Sidak Terminal Kalideres

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:50

Menhan: Masyarakat Harus Benar-benar Merasakan Kehadiran TNI

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:25

RI Siapkan Tameng Hadapi Investigasi Dagang AS

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:08

Kemenhub Tegaskan Penerbangan ke Luar Negeri Tetap Beroperasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:50

Teheran Diserang Lagi, Israel Klaim Bunuh Dua Pejabat Tinggi Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:30

Sopir Taksi Daring Lapor Polisi Usai Dituduh Curi Akun Mobile Legend

Rabu, 18 Maret 2026 | 01:10

BI Beri Sinyal Tidak Akan Pangkas Suku Bunga Imbas Gejolak Global

Rabu, 18 Maret 2026 | 00:50

Selengkapnya