Berita

teten masduki/net

Kantor Staf Kepresidenan Jokowi Mati Suri di Tangan Teten Masduki

RABU, 21 OKTOBER 2015 | 08:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Peranan Kantor Staf Kepresidenan yang sedianya menjadi gugus tugas khusus yang membantu Presiden Joko Widodo belakangan ini tidak dirasakan lagi.

Informasi yang berkembang di kalangan politisi menyebutkan bahwa sejak dipimpin Teten Masduki yang menggantikan Luhut Binsar Panjaitan, Kantor Staf Presiden jadi seperti mati suri kalau tidak mau disebut mati sungguhan.

Teten dilantik menggantikan Luhut pada awal September lalu.


Penunjukan Teten Masduki sampai kini masih menjadi misteri. Masyarakat dan pemerhati politik masih bertanya-tanya mengapa Teten yang dipercaya memegang gugus tugas sepenting itu. Pengalaman Teten sebagai aktivis dianggap belum cukup memadai untuk memimpin lembaga sepenting itu. Begitu juga dalam hal kepemimpinan dan kharisma, Teten dianggap jauh di bawah Luhut Panjaitan.

Tak lama setelah pelantikan Teten, Purbaya Yudhi Sadewa mundur dari posisi Deputi III bidang Pengelolaan Isu Strategis. Doktor bidang ekonomi dari Universitas Purdue, Indiana, Amerika Serikat itu enggan menyebutkan alasan mengapa dia memilih mengundurkan diri. Tetapi kabar yang berkembang mengatakan, Purbaya tidak cukup yakin dengan kemampuan Teten memimpin Kantor Staf Presiden.

Informasi terakhir menyebutkan bahwa Deputi II bidang Pengelolaan dan Kajian Program Prioritas Yanuar Nugroho juga akan hengkang meninggalkan Bina Graha. Kabarnya, Yanuar ingin kembali ke habitatnya di Universitas Manchester, Inggris.

Secara umum kordinasi di dalam Kantor Staf Presiden tidak lagi sebaik seperti pada masa kepemimpinan Luhut. Di sisi lain, Teten juga masih sibuk dengan urusan mendampingi Presiden Jokowi dalam banyak kegiatan, sehingga kurang bersentuhan langsung dengan jajaran Kantor Staf Presiden.

Selain Purbaya yang sudah mundur dan Yanuar yang menurut kabar akan mundur, Kantor Staf Presiden memiliki tiga deputi lain. Deputi I bidang Monitoring dan Evaluasi diduduki Darmawan Prasodjo yang merupakan doktor bidang sumber daya alam alumni Universitas Texas A&M, Amerika Serikat. Deputi IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi diduduki Eko Sulistyo mantan Ketua KPU Solo (2003-2008).

Adapun Deputi V bidang Analisa Data dan Informasi Strategis dijabat Mayjen Anggodo Wiradi yang sebelumnya adalah pengajar di Lemhanas. Sebelumnya dia menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan TNI, seperti Danrem 074/Warastratama Surakarta (2008), dan Kasdam I/Bukit Barisan (2013). [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya