Berita

ilustrasi/net

Politik

Kapal Thailand Sukses Ditenggelamkan di Aceh

SELASA, 20 OKTOBER 2015 | 14:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kapal illegal fishing asal negara tetangga Thailand berhasil ditenggelamkan dengan sempurna di Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa, Provinsi Aceh (Senin, 20/10).

"Kegiatan hari ini berhasil, penenggelaman lancar. Selama 10 menit sesudah kita ledakkan langsung tenggelam," kata Kasubdit Pemantaun dan Evaluasi, Direktorat Penanganan Pelanggaran Ditjen PSDKP KKP, Rina E. Hadirini usai penengelaman di lokasi.

Rina berharap dengan adanya penenggelaman ini memberikan efek jera dan bisa menjaga keutuhan NKRI serta memberikan kesejahteraan kepada rakyat.


"Seperti yang disampaikan bapak kadis (Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh) tadi, dengan adanya pengelaman kapal ini, pendapatan nelayan semakin banyak dan jenis ikannya juga banyak," papar Rina.

KM. KHF 1780 GT 64, Thailand ditangkap oleh Kapal Patroli Ditpolair, Polri pada 26 Maret 2015 di ZEEI Selat Malaka. Hari ini ditenggelamkan karena sudah mengantongi putusan pengadilan.

Kapal dengan ABK 2 orang Thailand dan 3 orang Myanmar itu dinyatakan bersalah karena melakukan kegiatan penangkapan ikan tanpa dokumen SIPI dan SIUP yang sah dari Indonesia. Selain itu, saat operasi mereka menggunakan alat pengkapan yang bisa merusak ekosistem laut, yaitu pukat harimau.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menenggelamkan 12 kapal asing pelaku illegal fishing pada 19 hingga 20 Oktober 2015. Sebanyak 12 kapal tersebut merupakan hasil tangkapan KKP delapan kapal dan TNI Angkatan Laut empat kapal.

Pada 19 Oktober, KKP menenggelamkan empat kapal berbendera Vietnam di Pontianak, dan TNI Angkatan Laut menenggelamkan sebanyak 4 kapal berbendera Filipina di Tarakan. Sementara itu, pada 20 Oktober, KKP menenggelamkan tiga kapal (dua Vietnam dan satu Thailand) di Batam, dan satu kapal berbendera Thailand di Kota Langsa Aceh. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya