Berita

saleh husin

Politik

Klaster Industri Percepat Ekonomi Indonesia Timur

SELASA, 20 OKTOBER 2015 | 13:35 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kementerian Perindustrian mengembangkan klaster industri untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia timur yang mencakup 12 provinsi. Diharapkan, pendekatan baru ini mampu mendorong kawasan itu mengimbangi geliat ekonomi wilayah barat.

"Strategi klasterisasi itu untuk memacu industri kreatif dan industri berbasis potensi sumber daya alam yang bukan hanya menghasilkan komoditas bahan mentah tapi juga penghiliran industri," kata Menperin, Saleh Husin, usai meresmikan pembukaan Pameran Cahaya Timur Indonesia III di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (20/10).

Pengembangan ini didukung dengan semakin mantapnya struktur industri domestik dengan infrastruktur yang terintegrasi dengan baik, khususnya infrastruktur jalan dan perhubungan, baik laut maupun udara serta pasokan energi.


Selain itu, lanjutnya, sejalan dengan paket-paket kebijakan ekonomi yang digulirkan Pemerintah. Di antaranya, kebijakan harga energi gas serta listrik yang diharapkan merangsang investasi dan pemberian kredit untuk UKM yang mempunyai kegiatan ekspor atau terlibat dalam kegiatan ekspor.

Bentangan kawasan timur yang luas menyimpan kekayaan sumber daya alam dan pesona wisata. Keragaman budayanya juga menarik untuk pengembangan industri kreatif.

"Tetapi industri kreatif tidak berhenti pada yang sudah ada. Diperlukan inovasi mengolah bahan baku kerajinan dari alam dan penguatan juga SDM," ujar Saleh.

Potensi kawasan Indonesia di bagian timur juga memiliki beberapa produk unggulan seperti tenun, aksesoris, sutra, mutiara, kerajinan kerang, kayu ukir, serta beraneka ragam produk olahan ikan. Teknologi informasi, seperti internet, juga dapat dimanfaatkan untuk inovasi desain dan pemasaran daring atau online.

Pada tahun 2013 PDB IKM mampu memberikan kontribusi sebesar 34 persen terhadap PDB industri dengan rasio IKM 60 persen di pulau Jawa dan 40 persen di luar pulau Jawa dan saat ini kawasan Timur Indonesia dapat memberikan kontribusi sebesar 18,6 persen dengan percepatan pembangunan infrastruktur ekonomi daerah pada tahun 2019 sekitar rata-rata 7,5 persen.

Strategi klaster ini, menurut Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah, juga dibarengi dengan pengembangan One Village One Product (OVOP). Pihaknya melakukan penguatan kelembagaan, restrukturisasi mesin peralatan, penguatan keterkaitan dengan para stakeholder, serta promosi pemasaran.

"Pameran ini merupakan salah satu upaya Kemenperin memfasilitasi, mengangkat dan mempromosikan produk-produk unggulan khas daerah, khususnya bagi produk IKM di Indonesia timur," paparnya.

Pameran ini berlangsung pada dari Selasa hingga Jumat, 20 - 23 Oktober 2015 dan terbuka untuk umum. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya