Koordinasi cabang olahraga yang mewakili 27 anggota biasa dan 12 anggota luar biasa pimpinan Dodi Iswadi, meminta kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk mencabut surat dari KOI tertanggal 12 Oktober yang intinya menegur cabor terhadap delapan anggota tim koordinasi.
Kemarin (Senin, 19/10), Dodi Iswandi dan kawan-kawan datang ke KOI dan diterima oleh Plt Sekjen KOI, Hifni Hasan; Ahmed Solihin (bidang Finance), dan Ade Lukman (Komisi Sport For All).
Menurut Dodi Iswandi, mereka keberatan dengan adanya surat itu dan secara kronologi menceritakan terbentuknya tim penjaringan yang diketuai oleh Timbul Thomas Lubis.
"Kami membentuk tim penjaringan karena dalam kurun waktu tujuh bulan 10 hari tidak segera membentuknya. Kami kecewa karena RAT KOI September lalu dibubarkan oleh KOI tanpa keputusan," ungkapnya lagi.
Dalam pertemuan itu, Dodi Iswandi dan kawan-kawan meminta agar KOI segera mengakomodir sembilan anggota baru KOI yang diputuskan Rapat Anggota KOI di Bogor, Februari lalu.
"Selain itu kami juga meminta agar keanggotaan Pordasi dipulihkan karena telah memenangkan gugatan di CAS," kata Dodi Iswandi.
Sementara itu, Ahmed Solichin perwakilan dari KOI mengatakan, pihaknya menerima dengan tangan terbuka kehadiran delapan anggota tim koordinasi dan perwakilan berbagai cabor. Menurutnya, ini merupakan dialog awal bagi KOI dan perwakilan cabor.
"Kami menerima semua usulan yang diminta oleh tim koordinasi cabang olahraga untuk selanjutnya kami akan segera menggelar rapat komite eksekutif secepatnya untuk menyikapi permasalahan ini," katanya.
[wid]