Berita

Sya'roni/net

Politik

Menapaki Tahun Kedua, Saatnya Jokowi Menjadi Pemegang Kekuasaan Tunggal

SELASA, 20 OKTOBER 2015 | 08:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintahan Jokowi-JK akan menapaki tangga tahun kedua. Sebelum melangkah alangkah baiknya mengevaluasi perjalanan selama satu tahun ke belakang.

"Kemenangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 telah membumbungkan harapan publik akan perbaikan yang lebih progresif. Namun, setelah melangkah selama 365 hari, terlihat sekali bahwa Jokowi belum mampu memenuhi harapan publik yang sudah terlanjur tinggi. Hampir semua sektor kehidupan mengalami degradasi. Selama setahun ini tidak ada prestasi yang bisa dibanggakan," ujar Sekretaris Jenderal ‎Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA‎), Sya'roni, kepada Kantor Berita Politik RMOL.

‎Menurut Sya'roni, tantangan yang dialami oleh Jokowi bukan dari luar, tetapi dari internal pendukungnya sendiri. Terlihat sekali kabinet kerja tidak bisa berjalan kompak. Konflik terbuka terus dipertontonkan kepada publik. ‎Terkesan sekali ada "presiden bayangan" yang mencoba berebut kuasa dengan Jokowi.‎

"‎Publik yang berharap kinerja nyata menjadi bingung menyaksikan para aktor pemerintahan ribut sendiri. Reshuffle yang diharapkan mampu menggenjot roda pemerintahan juga menjadi kontraproduktif. Tepatnya ada kesalahan dalam penempatan figur dalam jajaran kabinet," kata Sya'roni.‎

S‎udah saatnya, menurut Sya'roni lagi, Jokowi menjadi pemegang kekuasaan tunggal. Siapapun yang mencoba-coba menjadi presiden bayangan harus disingkirkan. Para menteri yang mencoba menghamba kepada presiden bayangan juga harus dipecat. Kekuasaan mutlak harus di tangan Jokowi.

‎Selain itu Jokowi juga harus mengakhiri era pencitraan, kembali ke visi kemaritiman, dan yang terpenting segera mengerek pertumbuhan ekonomi. Menteri-menteri ekonomi harus digenjot kinerjanya, jangan bermalas-malasan dan berlindung di balik pelambatan ekonomi global.

‎"Menapaki tahun kedua, pemerintahan Jokowi-JK harus mampu memenuhi harapan publik. Tugas Jokowi yang mendesak adalah menyingkirkan para brutus yang mencoba menjadi presiden bayangan," demikian Sya'roni.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya