Berita

ilustrasi/net

Pengamat Puji Upaya PDIP Pelopori transparansi keuangan partai

SELASA, 20 OKTOBER 2015 | 08:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Terobosan pengelolaan keuangan partai yang dilakukan PDI Perjuangan mendapat sambutan positif. Sebab dengan adanya rekening yang secara transparan menampung iuran anggota dan bantuan pihak lain, maka PDIP telah menjawab harapan masyarakat agar partai terbuka terhadap sumber daya keuangannya.

Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Airlangga, Haryadi. Haryadi menilai bahwa dengan pengelolaan rekening yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas tersebut, maka PDIP telah memasuki era baru sebagai partai modern yang ber-ruh-kan kerakyatan.

"Dalam cara pandang lain, apa yang dilakukan oleh PDI-Perjuangan ini merupakan adopsi prinsip good governance yang diorientasikan untuk memberantas korupsi politik," kata Haryadi beberapa saat lalu (Selasa, 20/10).


Menanggapi hal tersebut, Wakil bendahara DPP Partai, Juliari Batubara, menegaskan bahwa keseluruhan dana yang masuk siap diaudit.

"Bertepatan dengan peluncuran rekening tersebut, juga dilakukan workshop guna mengimplementasikan pengelolaan keuangan partai berbasiskan gotong royong. Transparansi Internasional, ICW, Perludem, CSIS dan lain-lain, akan diundang guna memberikan masukan terkait dengan strategi pengelolaan keuangan Partai tersebut", papar Ari.

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto menyampaikan komitmennya bahwa dana tersebut akan diaudit oleh akuntan publik.

"Aspek pemasukan dan pengeluaran akan diaudit secara periodik. Demikian halnya penggunaan dana tersebut akan difokuskan untuk pendidikan politik, sekolah para calon kepala daerah, pemberdayaan rakyat, pendidikan kaum perempuan dan sebagainya," pungkas Hasto. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya