Konfederasi sepakbola dunia atau FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada Kuwait pada Jumat (16/10) lalu. Sanksi ini membuktikan bahwa pemerintah Joko Widodo, khususnya Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi tidak mengetahui secara benar konsep-konsep FIFA dengan federasi yang ada di berbagai negara.
Hal itu disampaikan Wakil Sekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/10).
"Imam Nahrowi sebagai Menpora malah melakukan pembekuan dan intervensi-intervensi kepada PSSI. Ini kan menipu rakyat, dengan alasan bisa menyelesaikan permasalahan sepakbola dan iming-iming dicabut sanksinya oleh FIFA," kata Andre.
Padahal lanjut Andre, negara lain seperti Kuwait mempunyai anggota EXCO FIFA bernama Syekh Ahmad Sabah dan juga sebagai Presiden Olympic Council OF Asia (OCA) tidak berpengaruh dalam menyelamatkan nasib negaranya dari ancaman sanksi lantaran adanya intervensi pemerintah.
Belajar dari kasus Kuwait itu, menurut Andre, Menpora seharusnya bersama-sama dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) berupaya mencari solusi konkrit untuk kembali membangun sepakbola Indonesia, termasuk pemain, pelatih, official dan bahkan pedagang yang hidup dari sepakbola.
"Jangan dikorbankan demi kepentingan dan ego dari Menpora Imam Nahrowi dan pak Jokowi yang dapat mematikan sepak bola Indonesia," kata mantan presiden mahasiswa Trisakti itu
Induk organisasi sepakbola dunia itu sebelumnya sudah memberikan peringatan kepada federasi sepakbola Kuwait (KFA) mengenai adanya sanksi suspensi bila menerapkan undang-undang keolahragaan.
Namun pada awal bulan ini, klub-klub memberikan dukungan terhadap regulasi yang diterapkan pemerintah Kuwait. Akibatnya, FIFA menjatuhkan sanksi kepada Kuwait hingga batas waktu tidak ditentukan.
"Hukuman ini hanya akan dicabut jika KFA dan anggotanya (klub-klub) bisa menjalankan aktivitas dan kewajibannya secara independen, tanpa intervensi pemerintah," tulis FIFA dalam pernyataan di situs resminya
Ini bukan yang pertama kali Kuwait merasakan sanksi FIFA. Pada tahun 2007 dan 2008 mereka juga sempat terkena hukuman. Jatuhnya hukuman dari FIFA bakal menghentikan perjuangan timnas Kuwait di Kualifikasi Piala Dunia 2018. Mereka masuk Grup G bersama Korea Selatan, Lebanon, Myanmar, dan Laos
.[wid]