Berita

Politik

Setahun Jokowi-JK, Survei: 54,7 Persen Publik Tidak Puas

MINGGU, 18 OKTOBER 2015 | 18:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hasil survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKopi) mengungkapkan, mayoritas masyarakat menyatakan tidak puas dengan kinerja setahun pemerintahan Jokowi-JK.

"Hasil sigi KedaiKOPI memperlihatkan 54,7 persen masyarakat tidak puas terhadap kinerja Jokowi-Kalla," kata polster KedaiKopi, Hendri Satrio, di Jakarta, Minggu (18/10).

Menurut Hendri, mayoritas masyarakat merasa tidak puas dengan kinerja karena tiga hal, yaitu harga bahan pokok yang tinggi (35,5 persen), pelemahan nilai tukar rupiah (23,7 persen) serta lambannya penanganan kabut asap (11,8 persen).


"Publik juga tak puas krn BBM mahal, susahnya mendapatkan lapangan pekerjaan, kinerja menteri,biaya kesehatan dan lain-lain," sambung dia.

Survei atas kinerja Pemerintahan Jokowi-JK ini dilakukan terhadap 386 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh Indonesia, dengan besaran 52 persen di Jawa dan 48 persen di luar Jawa. Survei dirilis jelang peringatan satu tahun usia pemerintahan Jokowi-JK yang jatuh pada 20 Oktober 2015 mendatang.

Hendri Satrio mengatakan responden dalam survei adalah pengguna telepon yang dipilih secara acak (probability sampling) menggunakan metode sample acak sistematis. Komposisi responden di setiap daerah dipilih dengan mempertimbangkan proporsi antara jumlah penduduk di setiap daerah.

Proses pengumpulan data survei dilaksanakan dari tanggal 14-17 September melalui wawancara telepon menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview). Wawancara dilakukan terhadap pemilih yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

"Responden diambil dari latar belakang sosial dan pendidikan yang berbeda-beda. Dengan menggunakan 384 responden, margin of error (MoE) survei ini sebesar lebih kurang lima persen pada tingkat kepercayaan 95 persen," demikian Hendri yang juga pengajar di Universitas Paramadina Jakarta.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya