Berita

ist

Indonesia Barometer Negeri Muslim Tuntaskan Diskriminasi

MINGGU, 18 OKTOBER 2015 | 17:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia merupakan barometer bagi negeri muslim di dunia dalam menyelesaikan masalah diskriminasi. Jika Indonesia berhasil, maka negeri muslim lain juga potensial berhasil.

Demikian dikatakan pendiri LSI, Denny JA dalam sebuah diskusi di acara Frankfurt Book Fair, Sabtu (17/10). Diskusi ini secara khusus membahas buku Denny JA berjudul Sapu Tangan Fang Yin, yang telah terbit edisi Jermannya dan sempat menjadi best seller nomor 1 di toko online terbesar dunia, Amazon.com.

Dalam diskusi yang dihadiri perwakilan Frankfurt seperti  Michael B, Berthold Damshauser, Jamal D Rahman, dan  dipandu moderator Andrea Scmith itu, Denny JA mengutip hasil survei Pew Research Center. Di tahun 2013, lembaga ini  mengeluarkan daftar negara yang dianggap paling mampu melindungi kebebasan agama. Hasil tertinggi justru adalah negara yang bukan dari kawasan kultur liberal Barat, seperti Brazil, Afrika Selatan, dan Filipina.


"Jadi pada dasarnya apapun kulturnya, semua negara potensial melindungi kebebasan agama. Namun memang tak termasuk dalam kriteria itu aneka negara yang tumbuh dalam tradisi agama Islam. Dari rangking 10 besar negara pelindung kebebasan agama, tak satupun berasal dari kawasan Muslim,"‎ ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu, Minggu (18/10).

Sementara Indonesia, ujar Denny, cukup berhasil mengatasi diskriminasi rasial etnik Tionghoa. Namun belum berhasil mengatasi diskriminasi agama yang kini justru semakin parah.

Denny menjabarkan bahwa puisi panjang Sapu Tangan Fang Yin merupakan kisah sukses etnik Tionghoa. Di tahun 98, ada beberapa gadis Tionghoa yang diperkosa massal dalam kerusuhan etnik.

"Tapi, kini sudah ada warga Tionghoa yang menjadi menteri. Sudah ada program TV berbahasa Tionghoa," sambungnya.

Sayangnya, ketika diskriminasi kepada etnik Tionghoa relatif selesai, kini Indonesia justru tercatat sebagai satu dari tujuh negara terburuk dalam diskriminasi agama di tahun 2014. Indonesia termasuk terburuk bersama dengan negara Irak, Mesir, Afganistan, dan Rusia.

"Indonesia memerlukan reformasi Islam sebagaimana yang dalam agama Kristen. Islam memerlukan tokoh sekelas Martin Luther yang mampu mengubah wajah Kristen," ujar Denny JA.

Peran Indonesia untuk mengubah wajah Islam yang lebih ramah menjadi signifikan bagi dunia. Apalagi diprediksi di tahun 2070, penganut Muslim diproyeksikan akan menjadi agama terbesar di dunia. Saat itu hanya wajah Islam yang ramah, yang sejalan dengan prinsip hak asasi manusia, yang bisa membangun peradaban baru yang anti diskriminasi.

"Jika Indonesia cukup berhasil mengatasi diskriminasi etnik Tionghoa, seharusnya tak ada alasan Indonesia gagal mengatasi diskriminasi agama," imbuh Denny JA.[why]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya