Berita

foto:net

Bobotoh Harus Saling Kenal untuk Hindari Penyusup

MINGGU, 18 OKTOBER 2015 | 12:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Polisi masih tetap khawatir kecolongan meski pengawalan untuk pendukung Persib (viking bobotoh) yang akan menyaksikan langsung laga final Piala Presiden 2015 di Jakarta sudah ketat dilakukan. Dengan begitu setiap bobotoh diminta untuk mengenal satu sama lain, jangan sampai di perjalanan disusupi oknum yang akan berbuat onar.

"Sebelum berangkat kita arahkan (bobotoh) untuk saling mengenal di dalam bus, jangan sampai ada penyusup," kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol usai apel kesiapan pengawalan bobotoh, di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Jaba Barat (Minggu, 18/10).

Bukan hanya itu, tim pengamanan yang terdiri dari aparat gabungan TNI-Polri inipun akan melakukan razia, jangan sampai ada suporter yang lolos membawa senjata tajam, kembang api, minuman keras atau barang berbahaya lainnya yang dilarang dibawa masuk ke stadion Gelora Bung Karno (GBK) tempat laga final Persib Bandung vs Sriwijaya Fc.


"Kita razia kalau ada yang membawa barang membahayakan. Hanya minuman makanan yang boleh dibawa. Tapi lebih baik merazia diri sendiri," tegasnya.

Dikatakan, sejak pagi sebanyak 1.448 personil gabungan TNI-Polri tengah bersiap di kawasan Gasibu untuk melakukan pengawalan dan pengamanan ribuan bobotoh Persib yang berangkat ke GBK. Para bobotoh diangkut dengan 200 bus, ditambah 22 kendaraan dinas TNI.

"Teknis pengamanan di jalan, nanti di depan kendaraan voorijder, setiap 10 bus dikawal dengan dua kendaraan dinas. Di dalam bus juga masing-masing sudah melekat empat anggota dari TNI dan Polri," papar Yoyol.

Seperti dilansir dari RMOL Jabar, ribuan aparat sejak pukul 07.00 WIB melakukan aple siaga untuk pengamanan. Para bobotoh pun berdatangan ke area tersebut untuk kemudina bertolak ke GBK Jakarta. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya