Berita

jaksa agung

Hukum

KPK Perlu Gali Keterangan Jaksa Agung

SABTU, 17 OKTOBER 2015 | 02:44 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta segera menggali keterangan dari Jaksa Agung HM. Prasetyo, terkait upaya pengamanan kasus korupsi bantuan sosial dan bantuan daerah bawahan (BDB) 2012-2013 saat ditangani Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang menjerat mantan Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Said Salahuddin menjelaskan, dalam setiap kasus suap pihak pemberi tentu menjanjikan atau memberi materi jika menerima janji atau manfaat dari pihak penerima. Atas kontribusi yang dijanjikan atau diberikan oleh penerima suap itulah pemberi suap menjanjikan atau memberikan uang atau materi.

"Di dalam praktik suap selalu ada sesuatu yang dipertukarkan. Tidak ada suap tanpa sesuatu yang dipertukarkan," katanya kepada redaksi, Sabtu (17/10).


Menurut Said, penting bagi KPK segera meminta keterangan Jaksa Agung HM Prasetyo. Pasalnya, dugaan yang ditujukan kepada Rio Capella adalah menerima uang terkait kasus dana bansos yang sedang ditangani Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung.

"Rio dan Jaksa Agung itu kan berasal dari partai yang sama, publik tahu betul soal ini. Nah, sebagai kolega di satu partai yang sama, maka sudah barang tentu diantara keduanya terbangun suatu hubungan spesial," katanya.

Said menengarai bahwa dalam kasus Rio pemberian uang dimaksud agar Sekjen Nasdem itu bersedia mempengaruhi Jaksa Agung yang notabene adalah koleganya.

"Di sinilah pentingnya bagi KPK memanggil Jaksa Agung untuk diminta keterangan. KPK perlu menanyakan apakah Jaksa Agung pernah mendapat permintaan dari Rio untuk menghentikan kasus Bansos itu, misalnya. Publik tentu ingin mengetahui apakah Jaksa Agung punya peran tertentu dalam kasus Rio ini," tegas Said.

Diketahui, Rio Capella diduga menerima gratifikasi dalam proses penanganan perkara bantuan daerah, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah badan usaha milik daerah Provinsi Sumatera Utara.

Rio juga dituding menerima hadiah atau janji dari Gubernur Sumut non aktif Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya Evi Susanti. Pasangan ini sebelumnya sudah menjadi tersangka suap hakim PTUN Medan. [wah] 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya