Berita

Politik

Ditunggu Langkah Konkret Bela Negara atas Freeport

JUMAT, 16 OKTOBER 2015 | 11:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Akhir-akhir ini terjadi diskursus tentang RUU Bela Negara. Hal ini dapat dimaklumi karena belum utuhnya informasi dan pemahaman masyarakat terhadap wacana tersebut.

Mantan ketua Presidium GMNI, Twedy Noviady Ginting, menyatakan perlu diperjelas kembali definisi bela negara yang dimaksud agar polemik tidak berkelanjutan.
Sejatinya memang RUU Bela Negara harus mampu menjawab tantangan masa kini dan masa mendatang, karena perang tak hanya perang militer melainkan juga perang nirmiliter.

"Dan yang lebih banyak terjadi adalah perang nirmiliter. Contohnya, perang energi, perang pangan dan perang sumber daya alam," ujar Twedy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10).

"Dan yang lebih banyak terjadi adalah perang nirmiliter. Contohnya, perang energi, perang pangan dan perang sumber daya alam," ujar Twedy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10).

Twedy yang juga alumni PPRA Lemhannas RI berpendapat, ada dua tantangan yang perlu segera disikapi oleh Indonesia, yakni eksternal dan internal. Tantangan eksternalnya adalah ketidakadilan ekonomi di dunia, terorisme, Arab Spring, Masyarakat Ekonomi ASEAN, meningkatnya eskalasi kawasan khususnya di Laut Cina Selatan. Sedangkan tantangan internal dimaksud yakni dominasi asing dalam penguasan sumber daya alam, infrastruktur dan keuangan, konflik agraria, konflik SARA, dan komersialisasi pendidikan.

Nah, lanjut Twedy, wacana bela negara di saat terjadinya polemik perpanjangan kontrak Freeport adalah momentum yang tepat untuk mengembalikan tambang emas Freeport ke pangkuan Ibu Pertiwi. Ini dinilainya sebagai langkah konkret bela negara.

"Kita tunggu langkah konkret bela negara dari pemerintah terhadap Freeport," tegasnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya