Berita

Olahraga

400 Atlet Ikuti Turnamen Bridge Piala Menpora-Pertamina

JUMAT, 16 OKTOBER 2015 | 08:43 WIB | LAPORAN:

Turnamen Bridge Nasional 2015 akan digelar di Kantor Pusat Pertamina Jakarta pada 23-25 Oktober. Ajang yang memperebutkan Piala Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) dan Pertamina itu akan diikuti 400 atlet.

Turnamen juga digelar  untuk mencari bibit potensial menghadapi kejuaraan internasional. Salah satunya Asian Games 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah.

Sejauh ini, para atlet nasional yang memiliki prestasi di tingkat dunia sudah cukup senior. Sebut saja Taufik Asbi, David Hutahaean, Vicky Manopo dan Kurniadi Djauhari. Sedangkan di putri ada Julieta Joice, Conny Eufke Sumampouw, Lusje Olha Bojoh dan Kristina Wahyu.


Ketua panitia turnamen  Elizar Hasibuan berharap, kejuaraan ini akan memunculkan atlet muda berkualitas  dan bisa menjadi penerus para senior di tingkat internasional. "Melalui turnamen ini, kami berharap ada atlet-atlet berkualitas yang bermunculan. Mereka ini akan disiapkan menjadi penerus senior-senior di kejuaraan internasional supaya kejayaan bridge Indonesia di panggung dunia tetap bisa bertahan," kata Elizar Hasibuan di Jakarta, Kamis malam (15/10).

Sementara kategori yang dipertandingkan, yaitu utama (open), second team (Swiss), putri, campuran, U-60, U-26 dan U-21. Untuk menarik minat para pemain U-26 dan U-21 panitia membuat kebijakan berbeda. Mereka menggratiskan biaya pendaftaran bagi kedua kategori tersebut. Sedangkan kategori yang lain, calon peserta dikenai biaya pendaftaran senilai Rp 2 juta.

Asisten Deputi Bidang Tenaga Keolahragaan Kemenpora, Sunyoto meminta turnamen bridge diperbanyak sebagai persiapan tampil di Asian Games 2018. Apalagi, tim bridge Merah Putih telah ditarget bisa memperoleh empat keping emas saat Asian Games nanti berlangsung.

"Jadi, ajang ini akan menjadi turnamen pemanasan untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan atlet bridge nasional," terangnya.

Sementara itu, Ketua Pengprov Gabsi DKI Jakarta Suprawito berharap agar masyarakat awam bisa mengenal olahraga yang menggunakan kartu ini terus menerus disosialisasikan melalui media.

"Paling tidak, masyarakat nanti akan melihat kalau main bridge itu tidak sama dengan main remi. Ini olahraga menggunakan otak dan strategi. Kami ingin olahraga ini bisa dimassalkan di sekolah-sekolah untuk menjaring atlet muda supaya bridge bisa berkembang," jelasnya.[wid]


Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Kasus Video CCTV Restoran, Nabilah O’Brien Siap Hadiri RDPU Komisi III DPR

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:16

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:03

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Saham, Ini Sektor yang Paling Terdampak

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:49

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:38

Putin Diduga Bantu Iran Bidik Aset Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:21

Menkeu Berencana Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:03

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bedah Pemikiran Islam Bung Karno: Posisi RI di Board of Peace Jadi Sorotan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:32

Roy Suryo Cs Berpeluang Besar Lolos dari Jerat Hukum

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:19

Kalam Kiai Madura

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:13

Selengkapnya