Berita

Olahraga

Cari Ketum Baru, Tim Penjaringan KONI Perlu Samakan Persepsi

JUMAT, 16 OKTOBER 2015 | 08:25 WIB | LAPORAN:

Tim penyaringan dan penjaringan pemilihan ketua umum Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) 2015-2019 telah terbentuk tiga pekan lalu. Namun, tim tersebut belum juga menentukan kriteria bakal calon ketua umum baru.

Tim yang tergabung dari perwakilan KONI, KONIDA, dan Pengurus Besar/Pusat cabang-cabang olah raga baru akan merapatkannya pekan ini.

"Berdasarkan hasil Rapat Anggota KONI beberapa waktu lalu, tim penjaring ini diisi oleh sembilan orang yang terdiri dari tiga perwakilan KONI Pusat, tiga wakil KONI Provinsi dan tiga perwakilan Pengurus Besar cabang olahraga. Saya ditunjuk sebagai Ketuanya. Setelah SK turun, segera kami tim akan rapat guna menyamakan persepsi kriteria bakal calon ketua dan semua hal terkait penyaringan dan penjaringan," kata Sekjen KONI Hamidi, yang ditunjuk sebagai ketua tim itu, di Jakarta.


Penyamaan persepsi ini dinilainya diperlukan, mengingat kendati sudah ada patokan persyaratan untuk ketua umum KONI di AD/ART mereka, tapi menurutnya, mereka memiliki kriteria tambahan yang masih perlu di diskusikan kembali. Kriteria tambahan itu diperlukan, karena dia menilai kedepannya tantangan KONI untuk melakukan pembinaan atlet Indonesia jauh lebih berat.

"Intinya kami ingin bisa menampung aspirasi cabor-cabor anggota KONI. Siapa dan bagaimana sosok yang mereka inginkan. Karena kedepan tantangan akan semakin berat hingga diperlukan sosok yang bisa menyatukan serta menjalankan visi dan misi KONI dengan baik," tukasnya.

Terkait lokasi, seperti arahan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, menurut Hamidi, rencananya Kongres KONI akan dilaksanakan di Papua.

Hal itu, sekaligus untuk sosialisasi PON 2020. Sebelumnya, pihaknya sempat berencana akan menggelar kongres pemilihan ketua ini di Bali, namun kemudian berubah seiring waktu.

Sementara itu, perayaan puncak HUT KONI ke-77 berlangsung meriah. Pasalnya, ini menjadi pertama kalinya HUT KONI dirayakan pada 15 Oktober dari sebelumnya 31 Desember.

Perubahan HUT KONI tersebut, sebelumnya telah disepakati anggota dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) di Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman berharap, olahraga melalui KONI bisa menjadi bagian dalam membangun karakter bangsa Indonesia di mata dunia. Pasalnya, olahraga adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun bangsa yang bermartabat.

"Karena itu dibutuhkan dukungan dari pemerintah, stakeholder olahraga dan semua yang berkaitan dengan olahraga harus terus bekerja sama untuk memajukan olahraga nasional. Khususnya untuk peningkatan sarana dan prasarana olah raga, dimana hal itu merupakan komponen penting. Dukungan APBN untuk olahraga juga harus jelas. Misalnya, dua persen dari APBN dialirkan untuk olahraga, termasuk mempersiapkan atlet menuju multievent," ucapnya.

Sebelum perayaan besar tersebut, KONI telah melakukan sosialisasi HUT-nya tersebut lewat aksi donor darah (9/10), run day (11/10), pemberian santunan, serta kunjungan ke Taman Makam Pahlawan  (13/10). Tak hanya itu, KONI Pusat juga mengunjungi kediaman para mantan Ketua Umum KONI terdahulu seperti Wismoyo Arismunandar dan Agum Gumelar.[wid]


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya