Tim penyaringan dan penjaringan pemilihan ketua umum Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) 2015-2019 telah terbentuk tiga pekan lalu. Namun, tim tersebut belum juga menentukan kriteria bakal calon ketua umum baru.
Tim yang tergabung dari perwakilan KONI, KONIDA, dan Pengurus Besar/Pusat cabang-cabang olah raga baru akan merapatkannya pekan ini.
"Berdasarkan hasil Rapat Anggota KONI beberapa waktu lalu, tim penjaring ini diisi oleh sembilan orang yang terdiri dari tiga perwakilan KONI Pusat, tiga wakil KONI Provinsi dan tiga perwakilan Pengurus Besar cabang olahraga. Saya ditunjuk sebagai Ketuanya. Setelah SK turun, segera kami tim akan rapat guna menyamakan persepsi kriteria bakal calon ketua dan semua hal terkait penyaringan dan penjaringan," kata Sekjen KONI Hamidi, yang ditunjuk sebagai ketua tim itu, di Jakarta.
Penyamaan persepsi ini dinilainya diperlukan, mengingat kendati sudah ada patokan persyaratan untuk ketua umum KONI di AD/ART mereka, tapi menurutnya, mereka memiliki kriteria tambahan yang masih perlu di diskusikan kembali. Kriteria tambahan itu diperlukan, karena dia menilai kedepannya tantangan KONI untuk melakukan pembinaan atlet Indonesia jauh lebih berat.
"Intinya kami ingin bisa menampung aspirasi cabor-cabor anggota KONI. Siapa dan bagaimana sosok yang mereka inginkan. Karena kedepan tantangan akan semakin berat hingga diperlukan sosok yang bisa menyatukan serta menjalankan visi dan misi KONI dengan baik," tukasnya.
Terkait lokasi, seperti arahan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, menurut Hamidi, rencananya Kongres KONI akan dilaksanakan di Papua.
Hal itu, sekaligus untuk sosialisasi PON 2020. Sebelumnya, pihaknya sempat berencana akan menggelar kongres pemilihan ketua ini di Bali, namun kemudian berubah seiring waktu.
Sementara itu, perayaan puncak HUT KONI ke-77 berlangsung meriah. Pasalnya, ini menjadi pertama kalinya HUT KONI dirayakan pada 15 Oktober dari sebelumnya 31 Desember.
Perubahan HUT KONI tersebut, sebelumnya telah disepakati anggota dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) di Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman berharap, olahraga melalui KONI bisa menjadi bagian dalam membangun karakter bangsa Indonesia di mata dunia. Pasalnya, olahraga adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun bangsa yang bermartabat.
"Karena itu dibutuhkan dukungan dari pemerintah, stakeholder olahraga dan semua yang berkaitan dengan olahraga harus terus bekerja sama untuk memajukan olahraga nasional. Khususnya untuk peningkatan sarana dan prasarana olah raga, dimana hal itu merupakan komponen penting. Dukungan APBN untuk olahraga juga harus jelas. Misalnya, dua persen dari APBN dialirkan untuk olahraga, termasuk mempersiapkan atlet menuju multievent," ucapnya.
Sebelum perayaan besar tersebut, KONI telah melakukan sosialisasi HUT-nya tersebut lewat aksi donor darah (9/10),
run day (11/10), pemberian santunan, serta kunjungan ke Taman Makam Pahlawan (13/10). Tak hanya itu, KONI Pusat juga mengunjungi kediaman para mantan Ketua Umum KONI terdahulu seperti Wismoyo Arismunandar dan Agum Gumelar
.[wid]