Berita

hm prasetyo

Jaksa Agung M Prasetyo: Kasus Rio Jangan Dikaitkan Macam-macam

KAMIS, 15 OKTOBER 2015 | 17:24 WIB | LAPORAN:

Jaksa Agung yang juga politisi Nasdem M. Prasetyo meminta pihak luar tidak mengaitkan ke mana-mana atas ditetapkannya Sekjen Nasdem Patrice Rio Capella sebagai tersangka oleh KPK. Menurut Prasetyo, pihak luar tidak tahu apa-apa terkait kasus itu.

‎"Orang luar itu banyak ngomong macam-macem. Dikait-kaitkan ke mana-mana. KPK tahu persis apa yang akan dilakukan. KPK ndak keliru dong, tapi yang bicara di luar itu yang macam-macam. Nggak tahu permasalahan tapi bicara yang nggak. Itu yang mereka harus tahu dulu persoalan seperti apa," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Kamis (15/10).

Prasetyo mempersilakan KPK mengungkap kasus itu. Dia yakin KPK juga dapat menangani kasus itu dengan baik.


"Biar KPK yang ngungkapkan itu. Insya Allah kita katakan ke KPK, akan diusut tuntas. Aktor intelektualnya siapa," imbuhnya.

Bagi Prasetyo, kasus yang melilit Rio juga berbeda dengan yang ditangani Kejaksaan. Kejaksaan menyidik kasus penyelewengan Bansos yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara non aktif Gatot Pujo Nugroho. Sedangkan yang ditangani KPK penyangkut operasi tangkap tangan atas suap yang dilakukan Gatot ke pihat PUTN.

"Jadi, itu kan berawal dari operasi tangkap tangan. Ya silakan saja diungkapkan semua. Cuma, jangan mencari-carilah. Jangan juga orang yang tidak tahu bicara macam-macam gitu. Nggak boleh sebenarnya," cetusnya.

Prasetyo juga memastikan Rio tak bermain di Kejaksaan. Dalam kasus itu, Kejaksaan justru kalah di PTUN.

"Bukan di Kejaksaan Tinggi. Justru Kejaksaan Tinggi dikalahkan ketika itu oleh PTUN kan. Ternyata, di balik kekalahan itu ada praktek suapnya. Nah mungkin di situ terkait dengan Rio Capella kita nggak tahu. Ya silakan saja di ungkapkan. Siapapun yang dinyatakan terlibat harus diproses hukum," ucapnya. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya