Berita

Hukum

Penundaan Revisi UU KPK Tanpa Batas Waktu

KAMIS, 15 OKTOBER 2015 | 16:15 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR ‎Agus Hermanto memastikan pihaknya bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) sepakat menunda pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penundaan dilakukan agar pemerintah bersama DPR lebih dulu fokus pada masalah perbaikan ekonomi dengan penyusunan RAPBN 2016 serta menangani bencana kabut asap.

"Untuk penyempurnaan UU KPK nanti disampaikan tidak dalam waktu sidang sekarang. Itu pun juga tidak memberikan jangka pasti ditundanya sampai kapan," jelasnya di gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/20).


Menurut Agus, pemerintah dan DPR mempelajari lebih dulu sejauh mana dan hal-hal penting yang akan direvisi dari UU KPK. Sehingga, revisi UU KPK baru akan dimunculkan kembali pada masa sidang berikutnya.

"Kita tidak bicara sejauh itu (tarik dari prolegnas). Yang disampaikan Presiden Jokowi pembahasan tidak dalam masa sidang ini," ujarnya.

Agus melanjutkan, saat ini Badan Legislasi (Baleg) sudah mengembalikan draf revisi UU KPK kepada seluruh fraksi untuk memperbaikinya.

"Setahu saya dari Baleg sudah dikembalikan ke fraksi masing-masing diperbaiki," ungkapnya.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, fraksinya sendiri tidak perlu mempelajari draf revisi UU KPK, lantaran sejak awal sudah melakukan penolakan.

"Kita melihat ini banyak kontroversi kalau dari revisi itu, dan harus dimaknai, pelajari betul-betul. Sehingga waktu kita tidak terbuang habis masalah konfrontasi," demikian Agus. [zul]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya