Berita

Politik

GPII Ajak Umat Taubat Nasuha

KAMIS, 15 OKTOBER 2015 | 00:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dalam rangka menyambut tahun baru 1437 Hijriah yang jatuh pada hari ini, Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) mengajak kepada umat muslim Indonesia memperbanyak ikhtiar untuk bersama-sama melakukan gerakan taubat nasuha .

Bendahara Umum PP GPII, Guntur Setiawan, dalam keterangannya mengatakan gerakan taubat nasuha perlu digalakkan agar negeri kita dijauhkan oleh Allah SWT dari segala macam bencana seperti kekeringan, kebakaran hutan, surplus asap serta krisis ekonomi nasional.

"GPII mengajak umat Islam agar bermuhasabah atau evaluasi diri total baik secara individu maupun bersama-sama demi kebangkitan kembali dalam mencapai persatuan umat meraih kejayaannya, baik dalam konteks keIndonesian maupun global sebagai khalifatul ardi (penguasa di muka bumi)," katanya.

Momentum tahun baru Islam tahun ini, menurut Guntur, harus mampu menjadi momen hijrah dari keburukan menjadi kebaikan, dari kelemahan menjadi kekuatan, dari ketidak berdayaan menjadi kebangkitan serta dapat menjadi pengingat agar kita senantiasa mawas diri mengapa kondisi umat Islam hari ini terpuruk, tak berwibawa, kehilangan arah dan orientasi dalam berbagai bidang kehidupan.

Dalam konteks lokal Indonesia hari ini, situasi dan keadaan negara kita dalam kondisi darurat dan genting. Bencana datang silih berganti, ekonomi nasional terancam bangkrut, rupiah terpuruk, daya beli rakyat jatuh, PHK dimana-mana, pengangguran meningkat, rakyat miskin bertambah, maupun harga sembako melambung tinggi.

"Apakah ini semua azab yang ditimpakan Allah SWT kepada kita karena telah salah memilih pemimpin nasional? Bukankah Rosulullah telah mengingatkan kepada umat Islam bahwa jika kamu menyerahkan urusan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya. Inikah takdir yang harus kita jalani dari proses yang sudah kita tentukan sendiri dalam memilih pemimpin nasional dalam pemilu tahun lalu?" kata Guntur.

"Apakah sebagai kaum muda Islam, kita terus diam melihat situasi ini? Jawabannya adalah tidak. Mari kita jadikan momen tahun baru Islam 1437 Hijriah ini sebagai momentum revolusi nasional," tukasnya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya