Berita

Rachmawati Soekarnoputri/net

Rachmawati Curiga Pengusaha Manfaatkan Musim Kemarau untuk Bakar Hutan

SENIN, 12 OKTOBER 2015 | 08:25 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada api ada asap. Begitu pepatah lama menyebutkan. Pun demikian dengan bencana asap belakangan ini.

Demikian disampaikan politikus senior yang Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 12/10).

"Inteletual aktor penyebab kebakaran hutan diyakini pengusaha hutan memanfaatkan musim kemarau seolah-lah triger terbakarnya hutan," ungkap Rachma.


Menurut Rachma, pemerintah lelet menangani hal ini sebab tersandera dengan kebijaksaannya sendiri. Hal ini bisa dilihat, adakah misalnya klausul kontak HPH disebutkan sanksi berat bagi pelanggaran ekosistim.

"Sudah terlalu lama hutan Indonesia dirusak sejak jaman Orba. Pemerinah menerima pendapatan besar dari  kontribusi sektor pengusahan hutan, setelah migas, tapi sering raib. Dana tidak masuk kas negara, Rp 60 triliun. Rakyat lagi yang menanggung kebijakan penguasa yang tidak bijak," demikian Rachma. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya