Berita

lucky hakim/net

Politik

Anggota DPR Lucky Hakim Ibarat Kacang Lupa Kulitnya

MINGGU, 11 OKTOBER 2015 | 15:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Lucky Hakim, mengundurkan diri dari keanggotaan organisasi otonom partainya, Garda Muda Nasional (GMN). Lucky diibaratkan kacang lupa kulitnya, karena GMN yang mengorbitkan Lucky eksis di PAN hingga menjadi anggota dewan.

"Bahwa, awal mula saudara Lucky Hakim bergabung di PAN memang betul melalui kaderisai di DPP GMN. Artinya saudaraku Lucky Hakim diorbitkan oleh DPP GMN ke pentas nasional sehingga saat ini sampai menjadi anggota DPR RI," ujar Sekjen DPP GMN, Adli Bahrun, dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (11/10).

Adli pun meluruskan kabar pengunduran diri Lucky. Sejak menjadi anggota DPR, katanya, Lucky sudah tidak pernah aktif lagi di kepengurusan DPP GMN sehingga dapat mengerti jika dia lupa dimana sekretariat DPP GMN berada.


"Jadi pernyataan Lucky Hakim bahwa DPP GMN sudah tidak aktif menggelar rapat-rapat organisasi adalah tidak benar karena setiap kali diundang rapat tidak pernah hadir dengan alasan sibuk di DPR," kata Adli lagi.

Lebih lanjut Adli mengatakan bahwa saat mencalonkan diri menjadi wakil wali kota Bekasi, Lucky didukung dan disupport penuh DPP GMN mulai mulai dari rekomendasi dan lain-lainnya. Padahal, saat itu dia ditolak kader di bawah karena tak dikenal rekam jejaknya kecuali hanya sebagai artis.

DPP GMN, kata Adli, tidak akan tinggal diam karena saat ini banyak menerima laporan dari masyarakat soal keabsahan ijazah Lucky Hakim dan juga tuntutan konstituen yang merasa ditipu saat pileg karena tidak juga merealisasikan janji-janji politik yang ditekennya di atas akta notaris.

"Atas desakan masyarakat maka kami akan memfasilitasi perwakilan masyarakat  melaporkan Lucky Hakim ke Mahkamah Kohormatan Dewan (MKD) agar mengusut persoalan yang dikeluhkan oleh masyarakat," demikian Adli.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya