. Untuk mengembalikan keberadaan Usaha ikro kecil dan menengah (UMKM), Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) menaruh perhatian khusus pada pengembangan kapasitas UMKM dengan fokus pada dua program kerja, yaitu Pendampingan UMKM dan Penyediaan Akses Informasi.
Demikian disampaikan Ketua bidang UMKM Depinas Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi), Mukhammad Misbakhun, di sela acara Musyawarah Daerah (Musda) V Soksi Yogyakarta bertema Melalui Konsolidasi Total, SOKSI Berjuang untuk Mensejahterakan Rakyat di Bantul (Sabtu, 10/10).
Untuk pendampingan UMKM, ungkap Misbakhun, Soksi akan membina dua UMKM di setiap provinsi, yang akan menjadi embrio bagi pembinaan selanjutnya. UMKM yang diusulkan Soksi akan diberikan pelatihan oleh Perum Jamkrindo dengan didampingi Bidang UMKMK Depinas Soksi untuk mempermudah akses ke perbankan.
Ia mengakui faktor pembiayaan merupakan kendala utama bagi pengusaha UMKM, terutama bagi pemula yang berasal dari golongan ekonomi lemah dan tidak mempunyai agunan. Namun, pada prinsipnya UMKM sebagai entitas bisnis yang dapat dimulai dengan modal kecil, akan mempunyai spirit yang sama untuk untuk mengembalikan pinjaman agar mendapat kepercayaan, dan membesarkan bisnis pada masa akan datang.
Di sisi lain, kata dia, daya tahan UMKM dalam berbagai situasi, merupakan nilai tambah yang tak dapat dibantah. Bagi Soksi, mendorong UMKM berarti mendorong ekonomi nasional. Misbakhun menegaskan, pekerjaan besar bagi Soksi untuk mendorong UMKM adalah koordinasidengan berbagai pihak, karena dukungan bagi UMKM tersedia dari berbagai arah, misalnya, program Kemitraan dan Bina Lingkungan maupun kemudahan fasilitas pembiayaan adalah sebagian dari dukungan tersebut.
"Selain juga, kader-kader Soksi yang ada di berbagai posisi mesti diberdayakan untuk mendukung UMKM. Yang lebih penting adalah konsistensi SOKSI untuk melakukan pendampingan," ungkap Misbakhun.
Terkait program akses informasi UMKM, Misbakhun mengatakan, pemberian informasi dan jaringan pasar, kemudahan akses pendanaan dan pendampingan serta peningkatan kapasitas teknologi informasi merupakan beberapa strategi peningkatan daya saing UMKM Indonesia. Menurutnya, mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif, penguasaan pasar merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing UMKM. Karena itu, penguasaan informasi adalah prasyarat penting agar dapat menguasai pasar.
Misbakhun berharap program Bidang UMKMK Depinas Soksi akan menjadi program kerja yang workable. Apabila pada setiap provinsi dapat didampingi dua UMKM hingga sampai pada tingkat keberhasilan optimal, maka kontribusi nyata Soksi pada perekonomian nasional akan dapat dirasakan.
"Tentu saja itu merupakan target minimal yang realistis. Dengan kerja lebih keras dan lebih cerdas, maka pencapaian yang lebih tinggi akan dapat diraih," demikian Misbakhun.
[ysa]