Berita

surya paloh

Hukum

Gerbong KPK Dinilai Ditumpangi Penumpang Gelap

SABTU, 10 OKTOBER 2015 | 21:27 WIB | LAPORAN:

Rencana Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dinilai memiliki motif lain

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago menilai KPK sedang disusupi banyak kepentingan. Menurutnya KPK saat ini sedang 'sakit' karena penindakannya seperti memiliki kepentingan politis.

"Penumpang gelap sedang bertengger di beberapa gerbong KPK. Artinya banyak kepentingan yang menyusup," ungkap Pangi saat dihubungi, Sabtu (10/10)


Pangi menambahkan kasus-kasus besar yang ada di KPK dibiarkan mengendap namun terus memburu kasus-kasus baru yang nantinya berpotensi terjadinya penumpukan kasus. Kendati demikian, pengusutan dan penindakan korupsi harus tetap berjalan.

"KPK nampak seperti dikendalikan kekuatan politik, ujungnya banyak kasus yang ngaret, lempar kasus dan kasus yang ditangani menjadi tumpang tindih," sambungnya.

Panggi mencontohkan saat ini, KPK sedang mengusut kasus dugaan suap terhadap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Sumatera Utara yang menyeret mantan Ketua Mahkamah Partai NasDem, OC Kaligis. Bahkan KPK disebut-sebut berencana memanggil Ketua Umum NasDem, Surya Paloh di pengadilan Tipikor.

"Kalau KPK ngotot betul berarti ada maunya. Jadi menurut saya semua harus diberlakukan sama di depan hukum. Kalau tidak ada bukti yang kuat jangan ngotot betul. Akan muncul kesan kalau KPK memaksakan, maka lebih kencang nuansa politisnya," ucap Pangi.

Dirinya berharap, semua kasus yang pernah masuk KPK diberlakukan sama, yakni diusut secara masif dan tuntas. Sebab tak menutup kemungkinan hal itu merugikan uang negara yang sangat besar, seperti halnya kasus bailout Bank Century yang merugikan uang negara sebesar Rp 6,7 triliun.

"Yang jelas setiap kerja KPK itu tentu selalu ada kekuatan politik di belakangnya, hukum kalau sudah bercampur politik yang komplikasi penegakan hukum. Itu juga mengapa kemudian kasus Hambalang, Century seperti hilang ditiup angin," tutup Pangi. [zul]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya