Berita

Olahraga

MoU Ini Diyakini Bikin Pelatih Olahraga Lebih Sejahtera

JUMAT, 09 OKTOBER 2015 | 13:28 WIB | LAPORAN:

Menpora Imam Nahrawi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Harya Wibisana menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait Petunjuk Teknis dan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pelatih Olahraga dan Asisten Pelatih Olahraga di Auditorium Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Jumat (9/10).

"Juknis ini memberikan peluang dan harapan kepada para pelatih dan asisten pelatih yang telah menjadi CPNS/PNS ke depan untuk berkompetisi agar mendapatkan perhatian lebih dari itu ada tunjangan profesi, tunjangan profesional hingga peningkatan kariernya di birokrasi terlebih untuk memperbaiki standart dan potensinya," ujar Menpora Imam Nahrawi saat acara penandatanganan MoU tersebut.

Kemenpora telah mengangkat 1.000 orang olahragawan dan pelatih olahraga berprestasi menjadi CPNS baik di pusat dan daerah, sesuai Permenpora Nomor 0275 Tahun 2010.


"Di masa depan, diharapkan PNS pelatih dan asisten pelatih olahraga ini dapat lebih maksimal dalam mengembangkan dan memajukan olahraga nasional," harap Menpora.

Menpora mengisyaratkan kepada jajarannya untuk lebih memberikan kesempatan dan peluang bagi PNS pelatih olahraga dan asisten pelatih olahraga mengembangkan diri baik formal maupun pelatihan-pelatihan yang telah dipersiapkan.

"Pemerintah dalam hal ini Kemenpora telah membentuk Badan Akreditasi dan Standarisasi Nasional Olahraga Insya Allah itu akan menunjang penguatan dan asistensi para pelatih dan asisten pelatih olahraga kedepan," katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Harya Wibisana dalam sambutannya mengatakan saat ini telah 142 jabatan fungsional pelatih dan asisten pelatih olahraga terdiri dari 2,3 juta orang.

"Konsekuensi dari penandatanganan ini adalah sesuai UU Aparatur Sipil Negara bahwa jabatan ini akan menjadi profesi pelatih dan asisten pelatih olahraga," katanya.[wid] 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya