Berita

Anies Rasyid Baswedan/net

Wawancara

WAWANCARA

Anies Rasyid Baswedan: Merokok Itu Budaya Tidak Sehat

KAMIS, 08 OKTOBER 2015 | 09:17 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pasal kretek yang masuk dalam Rancangan Undang-Un­dang (RUU) Kebudayaan menuai penolakan dari berba­gai kalangan. Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek jelas-jelas menolak RUU ini. Menurut dia, masih banyak kebudayaan Indonesia lainnya yang aman yang pantas dimasukkan ketimbang kretek. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ikut menolak membudayakan kretek.

Pasal kretek dalam draft RUU Kebudayaan bertengger di Pasal 37 ayat 1 tentang penghargaan, pengakuan, dan perlindungan sejarah serta warisan budaya. Penjelasan pasal kretek ini ada dalam pasal 49 yakni nantinya kretek warisan budaya maka pemerintah ke depannya akan dituntut membuat inventarisir dan dokumentasi serta mem­fasilitasi pengembangan kretek tradisonal serta mensosialisasi mempublikasikan dan mem­promosikan kretek tradisional. pemerintah juga wajib membuat festival kretek tradisional dan melindunginya.

Terkait kontroversi pasal kretek dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Kebudayaan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan lebih memilih wait and see. Cucu pejuang kemerdekaan Abdurrahman Baswedan memi­lih menunggu draf resmi RUU Kebudayaan usulan DPR itu terbit terlebih dulu, ketimbang ujug-ujug masuk dalam perde­batan RUU Kebudayaan. Lantas apa tanggapan lengkap Menteri Anies? Simak wawancara beri­kut ini;


Apakah eksekutif sudah membahas soal RUU kretek ini?
Selama ini belum dibahas oleh Kemendikbud, tapi masih dibahas di internal DPR, belum melibatkan eksekutif.

Konsekuensi dari terbitnya RUU itu nantinya pemerintah diwajibkan menginventarisir, mendokumentasi, memfasilitasi pengembangan kretek tradis­ional, mensosialisasikan, serta mempromosikan kretek tradis­ional lho, apa komentar Anda?
Begini, menurut saya satu-satu aja. Pertama tentang RUU-nya masih di dalam internal di DPR belum melibatkan eksekutif. Jadi yang perdebatan di sana (DPR), nanti kita lihat hasilnya, lalu pemerintah memberikan reaksi pemerintah. Itu satu soal RUU-nya. Terus kita juga kan belum tahu nanti RUU ujungnya isinya seperti apa? Draftnya ada tapi saya tidak mau komentar soal drafnya dulu.

Sekarang saya akan berko­mentar tentang hidup sehat untuk anak-anak. Kita perlu mendidik anak-anak kita untuk tetap sehat dan hidup sehat itu artinya mela­lui kebiasaan. Karena hidup sehat itu adalah suatu budaya. Budaya bangun pagi itu dimulai dengan diajarkan bangun pagi, dibiasa­kan bangun pagi, didisiplinkan sehingga jadi kebiasaan setelah kebiasaan dia jadi kebudayaan bangun pagi. Jadi budaya bangun pagi itu ada proses pembiasaan, salah satu dalam menjaga ke­biasaan adalah bicara tentang anak-anak kita yang terekspose pada kegiatan rokok-merokok kira-kira itu membangun budaya sehat tidak? Tidak.

Apakah kita ingin anak-anak kita memiliki kebiasaan tidak sehat, kebiasaan bahwa mer­okok itu memiliki efek pada kebiasaan. Saya rasa sudah universal jadi kita ingin karena itu di sekolah mereka tidak boleh merokok, guru juga tidak boleh merokok dalam sekolah, karena kita ingin membangun budaya hidup sehat.

Jadi bisa dikatakan Anda menolak RUU itu?
Begini, jadi kita ini konsisten, ingin terus membangun bu­daya sehat. Dalam periode itu, tahu-tahu ada kita kabar tentang RUU. Tapi sebelum itu men­jadi RUU kita juga belum tahu, berbeda kalau kita mengamati. Atas nama pemerintah saya mer­espons sesuatu yang sudah jadi. Kalau belum jadi bagaimana saya merespons. Nanti kita lihat RUU apa yang keluar, baru kita cek. jadi kalau mau pro-kontra di sana. Kecuali kalau ini sudah dibahas dengan pemerintah. Yang lagi berdebat sekarang ini siapa? Internal DPR toh.

Artinya ada sinyal Anda akan menolak jika ini jadi RUU?

Jadi kita ingin agar negara mewajibkan pemerintah untuk menghidupkan budaya-budaya yang baik. Mempertahankan dengan ada undang-undang berarti kan ada perintah untuk dilaksanakan. Kita ingin tidak ada perintah yang akan dilaksan­akan tapi perintahnya merusak, ingin tidak? Jadi karena itu saya tidak akan membatasi berbicara soal kretek saja, tapi yang lain juga. Persoalannya kan ada bu­daya-budaya yang diharuskan. Misalnya ada calo, mau tidak. Budaya itu kan artinya suatu yang sudah dibiasakan. Di situ sebabnya saya tidak mau buru-buru satu item saja. Kita ingin menggariskan apa yang ditulis oleh Ki Hajar Dewantoro dita­hun 1940an kalau tidak salah di menuliskan harus berani untuk tidak meneruskan budaya yang tidak sesuai dengan zaman. Itu yang mengatakan Ki Hajar, be­rani dia mengatakannya. Harus berani mengambil budaya lain yang sesuai dengan zaman dan nilai kita. Itu menurut Ki Hajar Dewantoro yang menjadi bapak kebudayaan Indonesia. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya