Berita

ilustrasi/net

Intervensi BI Juga Bikin Rupiah Kembali Menggeliat

RABU, 07 OKTOBER 2015 | 09:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini, rupiah terus menguat dan bergerak mendekati level Rp 14.000 per dolar AS. Penguatan rupiah dipicu faktor domestik dan global.

Faktor globalnya adalah melemahnya data ekonomi AS yang semakin membuat banyak ekonom internasional, yakin bahwa kenaikan Fed Fund rate diundur ke tahun depan. Sehingga, pelaku pasar yang memegang dolar AS melakukan cut loss atau jual rugi.

"Selain itu, BI juga membantu mendorong ke arah penguatan rupiah," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, sebagaimana dilansir JPNN (Rabu, 7/10).


Upaya intervensi BI di pasar keuangan, kata dia, dilakukan dengan mengucurkan cadangan devisa agar rupiah tidak terus memburuk. BI mencatat telah menguras cadangan devisa hingga 4,55 miliar dolar AS setara dengan Rp 65,97 triliun. Per 20 September 2015, cadangan devisa BI tercatat tersisa 103 miliar dolar AS dari akhir Juli 2015 sebesar 107,55 miliar dolar AS.

Sementara terkait faktor domestik, Mirza menyebut berasal dari data inflasi yang membaik dan cenderung menunjukkan tren penurunan, serta dana Current Account Deficit atau defisit transaksi berjalan yang semakin membaik. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya