. Kerjasama ekonomi antar kedua negara harus bersifat saling melengkapi. Artinya, produk yang tidak ada di negara yang satu akan diisi oleh produk asal negara lainnya.
"Dengan saling melengkapi itulah, kerjasama ekonomi antar dua negara bisa berjalan dengan baik. Terlebih lagi Indonesia yang berpenduduk 240 juta jiwa merupakan pasar potensial," kata Sekretaris Kementrian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, ketika menerima delegasi ekonomi dari Provinsi Toyama, Jepang, di Jakarta (Selasa, 6/10).
Kepada Gubernur Toyama Ryuichi Ishii, Agus menjelaskan bahwa jumlah UMKM di Indonesia mencapai 57,9 juta unit yang sebagian besar tergabung dalam Koperasi. "Sudah ada Nomor Induk Koperasi yang bisa diakses langsung via website resmi Kementrian Koperasi dan UKM," tukas Agus.
Dalam kesempatan yang sama, Agus juga berharap perusahaan Jepang di Indonesia, khususnya yang dari Toyama, tidak melakukan PHK meski kondisi ekonomi global tengah mengalami pelambatan. "Apalagi, Indonesia selama ini sudah menjadi pasar yang bagus bagi produk-produk manufaktur asal Jepang," tandas Agus.
Agus juga mengatakan bahwa di Indonesia ada yang namanya program magang bagi SDM di perusahaan-perusahaan Indonesia. "Saya pikir, ini kesempatan yang baik untuk program magang dan Bea siswa di Toyama, Jepang," ungkap Agus.
Terkait itu, Agus berharap‎, tahun depan ada kerjasama konkrit dalam pengembangan SDM Indonesia bisa magang di Jepang. "Misalnya, SDM kita dilatih di Jepang untuk bidang packaging produk UMKM yang masih menjadi kelemahan kita. Atau, pihak Jepang mendatangkan trainer ke Indonesia," demikian Agus.
[ysa]