ilustrasi/net
ilustrasi/net
"Oleh karenanya dalam merumuskan besarnya alokasi anggaran dan penugasan TNI dalam operasi militer perang dan (OMSP), pemerintah perlu merumuskan potensi ancaman pertahanan negara dan rencana strategis pertahanan," kata Ketua Komite Pertimbangan Organisasi Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS), Gunawan, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 5/10).
Rumusan tersebut, lanjut Gunawan seharusnya tertuang dalam Peraturan Presiden tentang Kebijakanan Pertahanan Negara dan Peraturan Menteri Pertahanan tentang Buku Putih Pertahanan sebagaimana mandat UU Pertahanan. Dan dengan adanya dua aturan tersebut, maka supremasi sipil akan terwujud dalam kontrol demokratis dan kontrol obyektif terhadap TNI.
Populer
Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20
Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44
Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18
Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52
Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39
Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29
Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12
UPDATE
Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23
Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19
Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24
Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21
Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14
Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48
Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23
Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54
Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27
Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48