Berita

susaningtyas/net

HUT TNI

TNI Harus Semakin Pintar di Tengah Ancaman yang Kian Beragam

SENIN, 05 OKTOBER 2015 | 07:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) kali ini diharapkan menjadi momentum baik untuk refleksi dan introspeksi diri. Sekaligus juga sebagai momentum untuk pembangkit semangat prajurit TNI.

Demikian disampaikan pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. Menurut Susaningtyas, tentu saja prajurit TNI meski tidak boleh lagi berpolitik praktis namun harus juga dibekali dengan pendidikan dan pengetahuan politik negara sehingga memahami arti sesungguhnya netralitas,

"Terlebih kini kita rasakan adanya pergeseran ancaman terhadap negara," kata Susaningtyas kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 5/10).


Ancaman kali ini, lanjut Susaningtyas, tidak lagi sebatas ancaman perang tradisional. Kini, ada juga ancaman cyber war, perang asimetrik dan lain-lain. Saat ini juga, dengan ancaman tersebut, maka isu bukan lagi terkait dengan perebutan teritorial langsung tapi lebih kepada otoritas penguasaan kedaulatan melalui teknologi dan psywar.

"Hal ini berdampak lebih luas bila masuk ke relung-relung ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya bangsa. Dan bila kita tak waspada maka bukan tak mungkin kita dapat dilumpuhkan dengan cara itu. Dan justru itu juga prajurit TNI juga harus pintar serta memiliki profesionalitas teruji," ungkap Susaningtyas.

Menurut Susaningtyas, alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimiliki tentu harus konsisten dengan rencana stragegis dan dan kebijakan minimum essential force (MEF). Sehingga nanti, tidak ada pergantian rencana strategis ketika pimpinan berganti, yang tentu saja ini pasti akan berdampak pada anggaran dan lain-lain.

"Dan idealnya jika Indonesia menjadi poros maritim dunia atau menjadi center of gravity maritim, Indonesia memiliki pelabuhan Internasional terbesar, Indonesia menjadi pangkalan kapal-kapal pesiar dan Indonesia menjadi pusat pertumbuhan industri maritim dan Indonesia harus memiliki pertahanan maritim yang kuat," demikian Susaningtyas. [ysa]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya