Berita

PA GMNI Gelar Diklat Politik Legislasi untuk Kembalikan Nilai Pancasila dalam Setiap UU

SABTU, 03 OKTOBER 2015 | 21:32 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini ‎masih banyak peraturan perundang-undangan yang telah jauh dari semangat dan nilai-nilai Pancasila.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Persatuan Alumni GMNI, Ahmad Basarah. Dan hal inilah, lanjutnya, menjadi‎ latar belakang DPP PA GMNI menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Perancangan Politik Legislasi Nasional dan Daerah Berdasarkan Pancasila‎. Selain itu, acara tersebut juga untuk meningkatkan kapasitas para alumni GMNI dan memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan hukum di Indonesia.

"Sehingga para alumni GMNI siap melahirkan konsepsi hukum dalam menghadapi setiap momentum pembangunan hukum di Indonesia, seperti amandemen UUD 1945," kata Basarah dalam acara  Diklat Perancangan Politik Legislasi Nasional dan Daerah Berdasarkan Pancasila di Le Meredien Hotel, Jakarta (Sabtu, 3/10).


Acara Diklat Angkatan Pertama tersebut terselenggara atas kerja sama DPP PA GMNI dengan Hanns Seidel Foundation dan didukung oleh Pusat Kajian Pancasila dan Konstitusi Universitas Jember.‎ Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasona H. Laoly.‎

Dalam sambutannya, Yasona mengimbau agar peserta dapat membantu perumusan undang-undang dan peraturan daerah menuju cita-cita Pancasila karena banyak produk Legislasi di daerah bertentangan dengan Pancasila. Sehingga kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Suatu waktu nanti harus ada mekanisme judicial review langsung kepada Pancasila sehingga setiap UU akan sesuai dengan Pancasila dan UUD‎," kata Yasona.

‎Hadir sebagai keynote speaker dalam acara tersebut, Ketua Mahkamah Konstitusi, Arif Hidayat. Dalam paparannya, Arif Hidayat menyatakan bahwa ada upaya sistematis untuk menghilangkan Pancasila pada generasi penerus bangsa.

"Bila hal demikian dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan generasi penerus bangsa tidak tahu lagi Pancasila. Dan ini akan membahayakan eksistensi Indonesia sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat," tegasnya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya