Berita

Bisnis

Daya Tahan Pemerintah Hadapi Pelemahan Rupiah Diragukan

JUMAT, 02 OKTOBER 2015 | 16:46 WIB | LAPORAN:

Presiden Jokowi tak perlu mencari kambing hitam penyebab pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Apalagi menyalahkan otoritas keuangan yakni Bank Indonesia seperti yang disampaikan partai pendukung pemerintah.

‎"Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar seperti yang terjadi sekarang ini membuat masyarakat semakin susah. Tanggungjawab ada dipundak presiden dan tidak bisa melemparkan kesalahan atau mencari kambing hitam," tegas Bendahara Umum Partai Gokar Bambang Soesatyo kepada wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (2/10).

Dia menegaskan, pelemahan rupiah memang bisa saja terjadi dari berbagai faktor seperti pertarungan ekonomi antara dua negara yakni China versus Amerika Serikat sehingga rupiah tertekan.


"Tapi jangan lupa bisa juga terjadi karena ketidakpercayaan pasar kepada pemerintah," kata anggota Komisi III DPR ini.

‎Terkait dengan paket ekonomi yang diluncurkan pemerintah, Bamsoet, begitu dia akrab disapa, pesimis paket tersebut efektif memperbaiki kondisi perekonomian. Sekali pun paket yang digulir sampai paket ke sepuluh sekalipun, tak bakal efektif.

"Paket itukan upaya pemerintah atau langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan investor. Tapi implementasinyta sulit. Apa mungkin izin bisa diurus tiga jam. Persoalannya investor kehilangan kepercayaan kepada pemerintah," tegas Bamsoet lagi.

Bahkan dia memprediksikan kondisi perekonomian bakal semakin parah.

"Kita lihat saja sejauhmana daya tahan pemerintah. Waktu yang akan menjawab," katanya. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya