RMOL. Selama 50 tahun, Indonesia telah banyak belajar dari peristiwa 30 September. Dan memaknai peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah untuk terus mengingatkan bahwa Indonesia memiliki satu Ideologi sebagai perekat bangsa, yaitu Pancasila.
"Ideologi ini lahir dan tumbuh bersama bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, bahasa dan budaya. Banyak peristiwa besar terjadi dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia," kata Ketua DPR, Setya Novanto, dalam peringatan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2015 di Lubang Buaya, Jakarta Timur (Kamis, 1/10).
Kini, lanjut Setya, saatnya semua berpihak bersama-sama melihat ke depan, membangun Bangsa Indonesia yang lebih baik, toleran dan maju. Tak boleh lagi ada diskriminasi dan stigmatisasi terhadap kelompok masyarakat yang memiliki kaitannya dengan peristiwa sejarah masa lalu.
"Kita semua bersaudara sebagai bangsa Indonesia dengan Ideologi Pancasila, sehingga alangkah baiknya jika kita tidak membuka luka lama bangsa ini. Semua kejadian di masa adalah bagian dari sejarah politik negara kita. Kita tidak boleh dan jangan pernah melupakan sejarah. Namun kita juga harus melihat kedepan untuk tujuan yang lebih baik. Jagalah terus Pancasila sebagai landasan dan sikap dalam bernegara. Semoga Ia bisa hidup dan terinternalisasi didalam jiwa Bangsa Indonesia," jelas Setya.
Dalam kesempatan ini, Setya Novanto mnembacakan ikrar pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2015 di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pada upacara tersebut, hadir Presiden RI Joko Widodo sebagai inspektur upacara, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan sebagai pembaca Teks Pancasila dan Ketua DPD RI Irman Gusman sebagai Pembaca Pembukaan UUD 1945.
Setelah upaca selesai, Ketua DPR bersama Istri Deisti Novanto mendampingi Presiden RI bersama Ibu Iriana Jokowi meninjau lokasi Lubang Buaya, tempat-tempat sejarah dan Monumen Pancasila Sakti.
[ysa]