Berita

HARI KESAKTIAN PANCASILA

Setya Novanto: Alangkah Lebih Baik Bila Kita Tak Membuka Luka Lama

KAMIS, 01 OKTOBER 2015 | 10:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Selama 50 tahun, Indonesia telah banyak belajar dari peristiwa 30 September. Dan memaknai peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah untuk terus mengingatkan bahwa Indonesia memiliki satu Ideologi sebagai perekat bangsa, yaitu Pancasila.

"Ideologi ini lahir dan tumbuh bersama bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, bahasa dan budaya. Banyak peristiwa besar terjadi dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia," kata Ketua DPR, Setya Novanto, dalam peringatan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2015 di Lubang Buaya, Jakarta Timur (Kamis, 1/10).

Kini, lanjut Setya, saatnya semua berpihak bersama-sama melihat ke depan, membangun Bangsa Indonesia yang lebih baik, toleran dan maju. Tak boleh lagi ada diskriminasi dan stigmatisasi terhadap kelompok masyarakat yang memiliki kaitannya dengan peristiwa sejarah masa lalu.


"Kita semua bersaudara sebagai bangsa Indonesia dengan Ideologi Pancasila, sehingga alangkah baiknya jika kita tidak membuka luka lama bangsa ini. Semua kejadian di masa adalah bagian dari sejarah politik negara kita. Kita tidak boleh dan jangan pernah melupakan sejarah. Namun kita juga harus melihat kedepan untuk tujuan yang lebih baik. Jagalah terus Pancasila sebagai landasan dan sikap dalam bernegara. Semoga Ia bisa hidup dan terinternalisasi didalam jiwa Bangsa Indonesia," jelas Setya.

Dalam kesempatan ini, Setya Novanto mnembacakan ikrar pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2015 di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Pada upacara tersebut, hadir Presiden RI Joko Widodo sebagai inspektur upacara, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan sebagai pembaca Teks Pancasila dan Ketua DPD RI Irman Gusman sebagai Pembaca Pembukaan UUD 1945.

Setelah upaca selesai, Ketua DPR bersama Istri Deisti Novanto mendampingi Presiden RI bersama Ibu Iriana Jokowi meninjau lokasi Lubang Buaya, tempat-tempat sejarah dan Monumen Pancasila Sakti. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya