Berita

m nasir/net

Menteri Nasir Mau Batasi Biaya Kuliah di Fakultas Kedokteran yang Selama Ini Sangat Mahal

SELASA, 29 SEPTEMBER 2015 | 07:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Biaya kuliah di Fakultas Kedokteran, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, adalah paling mahal dibanding dengan biaya kuliah di fakultas lain. Karena itu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) bakal mengkaji penerapan batas atas SPP Fakultas Kedokteran.

"Sementara laporan yang masuk ke saya, biaya FK di kampus swasta ada yang sampai ratusan juta," kata Menteri Ristekdikti, Muhammad Nasir, sambil mengatakan bahwa saat ini biaya kuliah FK untuk mahasiswa reguler di PTN paling mahal adalah Rp 25 juta, sebaagaimana dilansir JPNN (Selasa, 29/9).

Nasir menuturkan biaya kuliah di FK yang relatif lebih tinggi dibandingkan yang lainnya, dipicu perilaku kampusnya sendiri. Menurutnya banyak kampus yang menjadi FK sebagai sumber pemasukan keuangan. Uang yang masuk di FK, digunakan untuk mensubsidi biaya operasional di fakultas-fakultas lainnya.


Menurut mantan rektor Universitas Diponegoro Semarang itu, biaya riil untuk kuliah di FK sangat beragam sesuai dengan lokasinya. Untuk di wilayah Maluku dan Papua, biaya kuliah di FK mencapai Rp 48 juta per semester. Sedangkan untuk wilayah Jawa, biaya kuliah di FK berkisar hingga Rp 37 juta.

"Jadi biaya yang ditanggung mahasiswa FK Rp 25 juta itu sudah dipotong subsidi," kata dia.

Meskipun begitu Nasir ingin mengontrol biaya maksimal kuliah FK supaya kampus tidak seenaknya sendiri menetapkan tarif. Dalam waktu dekat Kementerian Ristekdikti akan mengevaluasi aturan SPP kuliah di kampus negeri dan diikuti juga di kampus swasta.

Nasir menjelaskan biaya kuliah FK yang mahal, membuat para calon dokter sudah berpikir untuk mengembalikan modal. Padahal bagi Nasir, profesi dokter tidak murni bisnis jasa.

"Tetapi di dalamnya juga ada tanggung jawab berbakti untuk bangsa," demikian Nasir. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya