‎RMOL. Rapat Kerja DPP PA GMNI tanggal 26-27 September 2015 di Hotel Mason Pine di Kota Baru Kabupaten Bandung Barat telah memutuskan beberapa agenda dan program strategis organisasi sebagai tindak lanjut pelaksanaan keputusan-keputusan Kongres III PA GMNI tanggal 6-9 Agustus 2015 yang lalu di Jakarta.
‎‎Rapat Kerja DPP PA GMNI yang dibuka oleh Ketua Umum PA GMNI Ahmad Basarah tersebut antara lain telah menyepakati untuk melakukan kodifikasi dan segmentasi serta rekomendasi implementasi terhadap seluruh pemikiran-pemikiran Bung Karno. Â
‎Kodifikasi secara menyeluruh terhadap dimensi pemikiran-pemikiran Bung Karno tersebut dianggap penting agar tidak terjadi kesalahpahaman persepsi di kalangan masyarakat tentang esensi pemikiran Bung Karno terutama bagi mereka yang selama ini masih mengait-ngaitkan pemikiran Bung Karno dengan paham komunisme. ‎Â
‎Untuk membuktikan bahwa pemikiran-pemikiran Bung Karno tidak ada kaitan dengan paham komunisme, PA GMNI juga akan melakukan kajian dan sosialisasi terhadap dimensi pemikiran Islam yang digagas oleh Bung Karno. Â
‎ ‎"Masih banyak yang tidak mengetahui bahwa Bung Karno juga seorang pemikir Islam," kata Ahmad Basarah dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 27/9).‎ Â
‎Menurut Basarah, tulisan-tulisan Bung Karno tentang Islam yang dibuat dalam bentuk surat-surat pribadi ketika Bung Karno berada di pengasingan di kota Ende NTT yang dikirimkan kepada A. Hasan di Bandung dapat menjadi salah satu bukti tentang pemikiran dan sikap keislaman Bung Karno. Â
‎ "Rencananya DPP PA GMNI akan mengajak kerja sama dengan Ormas Muhammadiyah dan PBNU dalam rangka melakukan studi dan pengembangan pemikiran Islam dan Kebangsaan Bung Karno tersebut," ungkap Basarah.‎ Â
‎Dik‎etahui bersama bahwa Bung Karno juga seorang anggota Muhammadiyah bahkan pernah menjadi Ketua Dewan Pengajaran Muhammadiyah di Bengkulu pada tahun 1938. Di saat yang sama, Bung Karno pun dangat dekat dengan kalangan Nahdlatul Ulama. Â
‎"Selain itu PA GMNI juga telah mengagendakan  untuk melakukan kerja sama dengan berbagai kelompok-kelompok strategis di Indonesia termasuk dengan kalangan ormas-ormas keagamaan dan dengan jajaran TNI/Polri," demikian Basarah.‎ Â
‎Rapat Kerja DPP PA GMNI tersebut dihadiri juga oleh pengurus terasnya seperti Ugik Kurniadi, Eva Kusuma Sundari, Soni Sumarsono, Profesor Nanang Tyas Puspito, Effendi Sianipar dan Viktus Murin. [ysa]