Berita

pekerja sosial/net

Kebutuhan pada Pekerja Sosial Profesional Tak Bisa Ditunda Lagi

RABU, 23 SEPTEMBER 2015 | 05:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada lima isu strategis yang harus disikapi serius oleh para wisudawan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS). Kelima isu itu adalah pekerja sosial profesional, penanganan anak berhadap dengan hukum, PKH, pentingnya verifikasi dan validasi, serta keterpaduan program.

"Dari lima isu tersebut, mesti dipahami sebagai tantangan bagi seluruh wisudawan STKS di masa depan," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pada acara Wisuda STKS di Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/9/2015)

Kelima isu tersebut, Pertama, kebutuhan tenaga profesional di bidang pekerjaan sosial (peksos) bagitu tinggi karena terkait estimasi dari jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) hingga 2015 ada sekitar 17,2 juta orang.


Sementara itu, jumlah peksos di Indonesia jauh dari angka ideal. Saat ini, peksos ada 15.522 orang dan jika dipersentasikan baru 10 persen dari total kebutuhan 155 ribu orang.

"Kebutuhan peksos tidak dapat ditunda. Sebab, saya ingin memberikan gambaran, seperti pananganan permasalahan penyalahgunaan narkoba dengan korban sangat banyak dan jika setiap hari 50 orang tewas, apakah masih bisa hidup tenang?" tanya Mensos.

Tahun ini, pemerintah merehabilitasi sosial 100 ribu korban narkoba. Maka, dibutuhkan 700 peksos dan 500 konselor adiksi yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari STKS dengan segenap alumninya.

"Kementerian Sosial (Kemensos) cepat bergerak merekrut SDM, melakukan pelatihan dan bekerja sama dengan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di seluruh Indonesia. Dibutuhkan kecepatan bergerak agar generasi muda tidak hancur karena narkoba," tandasnaya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya