Berita

foto/net

Politik

BPK: Pemprov DKI Jangan Ribet Pahami Masalah Sumber Waras

SELASA, 22 SEPTEMBER 2015 | 08:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selalu berupaya mencari kesalahan-kesalahan pemerintah provinsi (pemprov) terkait temuan pada APBD 2014 dibantah.

Kepala Perwakilan BPK Provinsi (BPKP) DKI Jakarta, Efdinal menegaskan bahwa hasil kinerja yang tercantum dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) BPK, yakni mengaudit anggaran di seluruh wilayah Indonesia setiap tahunnya.

Dia lantas mencontohkan dengan kasus pembelian lahan RS Sumber Waras, di mana Pemprov DKI membantah temuan BPK yang menyatakan aset yang dibeli berada di Jalan Tomang Utara, bukan Jalan Kyai Tapa.


Dalam rapat koordinasi bersama Pansus Tindak Lanjut LHP BPK, di Gedung DPRD, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/9), Efdinal menerangkan, bahwa pihaknya menyatakan pembelian lahan Yayasan Kesehatan Sumber Waras tersebut berada di Jalan Tomang Utara, karena sesuai peta bidang.

Pada peta bidang ini, lahan yang dibeli Pemprov DKI secara nyata berada di Jalan Tomang Utara. Sehingga, harga yang harus dibayar disesuaikan dengan nilai jual objek pajak (NJOP) di lokasi tersebut.

"Bahwa pembebasan tanah itu berdasarkan peta bidang tanah, bukan lokasi tanah. Alamatnya betul di Jalan Kyai Tapa, tapi peta bidangnya di mana? Itu saja, enggak usah susah-susah memahaminya," jelasnya seperti dikutip RMOLJakarta. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya