Berita

Komjen Budi Waseso/net

Wawancara

WAWANCARA

Komjen Budi Waseso: Pelindo II Urusan Kabareskrim Baru, Kecuali Kalau Saya Diperlukan...

SENIN, 21 SEPTEMBER 2015 | 08:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Komjen Budi Waseso yang sebelumnya mengomandoi penggeledahan PTPelindo IImengelak mengomentari kelanjutan penanganan kasus tersebut.

Menurut bekas Kabareskrim itu, semua data sudah diserah­kan kepada Kabareskrim yang baru Komjen Anang Iskandar.

"Pelindo II bukan urusan saya lagi. Itu urusan Pak Kabareskrim yang baru," ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu. Berikut kutipan selengkapnya:


Tapi tetap ada koordinasi dengan Anang Iskandar?
Oh, sudah saya serahkan se­mua kepada Pak Anang. Jadi saya tidak lagi menangani itu.

Tapi kasus itu kan dibu­ka pada masa Anda sebagai Kabareskrim?
Kecuali kalau saya diperlukan. Kalau tidak, berarti kan beres se­mua, jalan. Itu sudah bukan hak saya lagi. Itu kewenangannya Pak Kabareskrim yang baru.

Di dalam SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) perkara Pelindo II disebut ada kata 'dan kawan-kawan'. Apa maksudnya?

Ya, karena satu itu bersamaan. Mereka kan termasuk yang ring satu.

O ya, benarkah Anda in­gin undang-undang direvisi agar pemakai narkona kena pidana?
Ada beberapa memang yang harus kita revisi dan kita per­baiki.

Bagian mana?
Nanti. Ini kan sedang saya telaah dengan tim. Nanti saya akan koordinasikan juga dengan DPR, kementerian dan lembaga-lembaga lain. Semua akan diper­baiki untuk kebaikan.

Kenapa Anda cenderung memasukkannya ke ranah pidana?
Kalau dia korban, baru men­coba, merasa dibohongi dan melaporkan segera. Itu bisa langsung direhabilitasi.

Kalau yang dipidana?
Tapi kalau sudah mengguna­kan, bahkan sudah lama meng­gunakan, dia sudah ketergan­tungan, terus kita bilang korban, dari mana gitu ya.

Kenapa begitu?
Begini, rehabilitasi itu jangan sampai dijadikan alat untuk bersembunyi. Seolah-olah dia bebas dari tindak pidana. Sebab, ada pertanggungjawaban dalam masalah pidananya.

Tapi sesuai undang-undang, pengguna itu direhab, bukan dipidana?
Makanya nanti kita lihat. Masuk dalam kategori pengguna atau apa gitu ya.

Apa lagi yang akan Anda lakukan?
Saya mungkin akan melibat­kan TNI untuk menangani itu. Di laut, misalnya ya. Itu dari Angkatan Laut kan punya ke­mampuan, kita akan gunakan kekuatan itu, sehingga secara dini barang itu bisa kita tangkap sebelum berada di daratan.

Anda sudah mendeteksi bahwa peredaran narkoba banyak di lautan?
Ya. Kan sudah jelas, yang kita tangkap belum lama ini di pelabuhan. Makanya saya minta izin agar Direktur IV Narkoba Bareskrim bekerja sama dengan BNN untuk menangani sama-sama. Sebab targetnya sama.

Maksudnya, Anda bawa rombongan dari Bareskrim ke BNN?

Nggak, kita kerja sama, seh­ingga sasaran itu bisa tercapai dengan ditangani oleh kedua lembaga ini. Supaya bisa mak­simal hasilnya. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya