Berita

ahok/net

Nusantara

PKS Kecewa Ahok Bungkam Soal Kompensasi Reklamasi

SABTU, 19 SEPTEMBER 2015 | 17:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD DKI Jakarta, mempertanyakan sikap Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), lantaran tak menjawab pandangan umum fraksinya terkait Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) 2014.

Khususnya terkait poin tujuh, yaitu pembangunan delapan blok rusunawa di Daan Mogot dan Muara Baru oleh swasta sebagai kompensasi atas proyek reklamasi di teluk Jakarta.

"Pasalnya, ketika rusunawa tersebut dibangun, belum ada surat penetapan lokasi oleh gubernur," kata anggota FPKS, Rois Hadayana Syaugie, sebagaimana diberitakan RMOLJakarta, Sabtu (19/9).


Apalagi, menurut Rois, pengembang yang telah mengantongi izin pelaksanaan reklamasi, seharusnya mendapat persetujuan dari DPRD saat akan membangun rusunawa tersebut. Hal itu sebagaimana tertera dalam Pasal 55 ayat (2) huruf a PP No. 27/2014.

"Pengalihan aset atau barang Pemprov DKI Jakarta dalam bentuk tanah tersebut ke bentuk lain, baik setelah tanah matang itu telah tersedia atau belum tersedia, karena terlebih dahulu mendapat persetujuan DPRD sebelum ditetapkan oleh gubernur Provinsi DKI Jakarta," bebernya.

Kemudian, lanjut wakil ketua Komisi D ini, gubernur seharusnya juga menetapkan lokasi pembangunan rusunawa tersebut. Ketentuannya, minimal nilainya sama dengan kontribusi yang harus diserahkan.

"Inilah yang dilanggar gubernur, tidak ada persetujuan DPRD dan tidak ada penetapan lokasi yang ditetapkan Gubernur," tandas Rois.

Pada rapat paripurna, Rabu (16/9) lalu, Ahok memberikan penjelasan atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda P2APBD 2014. Namun, dia tak memaparkan menyangkut kompensasi pengerukan pulau di pantai utara ibukota tersebut.

Padahal, dalam paripurna sehari sebelumnya, FPKS mempertanyakan masalah tersebut, selain hal lain, seperti rendahnya penyerapan anggaran dan pembelian lahan RS Sumber Waras di Grogol, Jakarta Barat. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya