Berita

Politik

PKB: GBHN Sudah Cukup Digantikan Visi Misi Presiden

SABTU, 19 SEPTEMBER 2015 | 13:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Belakangan ini semangat untuk menghidupkan lagi Garis Besar Haluan Negara alias GBHN timbul di kalangan elite politik dan akar rumput.

Namun, menghidupkan kembali GBHN berarti mesti mengubah kembali Undang Undang Dasar Negara 1945 dan mengambalikan kewenangan MPR RI sebagai lembaga tertinggi negara.

Menurut anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding, GBHN tidak ada lagi sejak format tata negara diubah. Perubahan paling mendasar adalah kedudukan MPR RI dan kewenangannya memilih sekaligus mengangkat presiden.


"UUD hasil perubahan menyatakan presiden dipilih langsung rakyat, sehingga apa yang jadi visi misi presiden itulah GBHN-nya. Kita kawal saja visi misi presiden," kata Karding saat ditemui usai memberikan pelatihan untuk pelatih Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Yogyakarta, kemarin.

Karding yang juga Sekjen DPP PKB, menilai tidak ada masalah dengan ketiadaan GBHN, karena sudah digantikan oleh visi misi presiden terpilih . Selain itu, Indonesia juga memiliki rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang.

"Kita senang saja kalau ada GBHN lagi. Tapi mekanismenya bagaimana?" ungkap Karding.

Karena itu, dia mengajak pihak yang ingin menghidupkan lagi GBHN memikirkan bagaimana dan apa konsekuensi dari mengembalikan kewenangan MPR sebagai lembaga tertinggi. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya