Berita

rj lino/net

Politik

RJ Lino Lecehkan 4 Menteri Sekaligus

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2015 | 05:07 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino diduga telah melecehkan tiga Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN selaku pemegang saham PT Pelindo II.

Pelecehan yang dimaksud adalah RJ Lino hingga kini tidak merespon surat 3 Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN yang meminta pertanggungjawaban RJ Lino karena telah melakukan perpanjangan kontrak PT Jakarta International Container Terminal (JICT).

Begitu kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Dodi Reza Alex Noerdin, saat ditemui di gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (17/9).


"Di dalam UU nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, diatur hanya regulator yang bisa melakukan perpanjangan kontrak dengan pihak ketiga di pelabuhan Tanjung Priok. Sedangak PT Pelindo II oleh UU tersebut hanya operator," ujarnya.

Menteri Perhubungan menyurati Dirut Pelindo II RJ Lino guna memintai pertanggungjawaban karena PT Pelindo II diduga sudah melanggar UU Pelayaran.

"Dalam risalah rapat-rapat Komisi VI dengan Kementerian Perhubungan tercatat tiga Menhub menulis surat yang sama kepada RJ Lino yakni Menteri Freddy Numbery, EE Mangindaan, dan Menhub sekarang Ignasius Jonan," ungkap wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatera Selatan itu.

Selain tiga Menhub telah menyurati RJ Lina, ternyata Menteri BUMN Rini Soemarno selaku atasan lansung juga menanyakan hal yang sama lagi-lagi diabaikan. "Jadi ada empat menteri yang tidak dianggap oleh Lino," tegasnya.

Saat Panja Komisi VI DPR rapat dengan Dirut Pelindo II, Rabu (16/9), RJ menegaskan pihaknya tidak perlu menjelaskan perpanjangan kontrak tersebut ke para menteri karena sudah mengantongi kejelasan dari Jaksa Agung Muda pada Kejaksaan Agung (Jamdatun).

"Kata RJ Lino, mengenai perpanjangan kontrak tersebut, PT Pelindo II sudah mengantongi clearance dari Jamdatun. Atas clearance itu pula selaku operator Pelindo II memperpanjang kontrak JICT", tandasnya seprti dikutip JPNN. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya