Berita

Menperin: Balai Batik Yogyakarta Fokus Kembangkan Pewarna Alami

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2015 | 12:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menteri Perindustrian Saleh Husin mengapresiasi Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKP) Yogyakarta karena konsisten mengembangkan beragam pewarna alami. Langkah ini dinilai membantu pelaku industri memproduksi batik yang sesuai tren global "kembali ke alam" dan ramah lingkungan.

"Rekan-rekan di balai besar terus mencari dan mengembangkan pewarna alami. Ini sebuah kerja keras yang berdampak luas baik terhadap perajin batik, konsumen dan lingkungan," kata Menperin saat berkunjung ke Balai Besar Kerajinan dan Batik di Yogyakarta (Kamis, 17/9).

Ke depan, Menteri berharap penerapan hasil penelitian semakin banyak digunakan melalui kemitraan dengan berbagai pihak. Misalnya pemerintah daerah dan perusahaan yang memiliki program CSR.


"Pewarna alami yang dikembangkan banyak menggunakan kulit dan serat kayu serta limbah industri perkebunan. Balai dapat bekerja sama dengan pemda dan perusahaan seperti perkebunan yang memiliki program CSR untuk kelompok usaha dampingan," kata Menperin.

Lebih lanjut, Kepala BBKB Yogyakarta Zulmalizar mengungkapkan pihaknya memanfaatkan beragam kulit kayu seperti jambal, tingi, mahoni dan jati.

"Kami juga kembangkan dari limbah cangkang kelapa sawit, kakao, rumput laut bahkan dari gulma," ujarnya.

Hingga kini, tercatat 17 pemda antara lain Kalimantan Selatan, NTT, NTB, dan Papua yang bermitra dengan BBKB dan beberapa perusahaan perkebunan.

Balai juga menggelar pelatihan produksi kepada pelaku usaha batik dan kerajinan sejak 2009 sebanyak 9.785 orang. Beberapa perguruan tinggi juga dilibatkan seperti UGM, UII dan UNS Surakarta.

Balai Besar Kerajinan dan Batik merupakan bagian dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Industri Kemenperin. Di Yogyakarta, juga terdapat Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik.

"Selain meneliti dan mengembangkan, kami juga melakukan standardisasi, kalibrasi dan pengembangan kompetensi industri kulit, karet dan plastik," papar Kepala BBKKP Ramelan Subagyo. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya