Berita

ruhut sitompul/net

Politik

DONALD TRUMP GATE

Jebakan Batman Pimpinan DPR Dibalas Jebakan Trump

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2015 | 02:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kehadiran pimpinan DPR, Setya Novanto dan Fadli Zon, dalam jumpa pers kandidat presiden Amerika Serikat Donald Trump merupakan karma atas ulah pimpinan DPR kepada Presiden Jokowi. Ulah itu dilakukan dalam sidang tahunan MPR serta sidang bersama DPR-DPD pada 14 Agustus lalu.

Begitu kata Koordinator Jurubicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul dalam acara Mata Najwa, Metro TV (Rabu, 16/9).

"Itu karma pimpinan DPR yang memasang jebakan batman ke Pak Jokowi tanggal 14 Agustus lalu," ujarnya.


Jebakan batman yang dimaksud Ruhut adalah pimpinan yang meminta Jokowi meneken pembangunan 7 megaproyek DPR. Saat itu, kisah Ruhut, pimpinan DPR telah menyediakan prasati tanda pembangunan gedung baru diresmikan. Dalam prasasti itu tertera nama Ketua DPR Setya Novanto dan Presiden Jokowi sebagai pembubuh tanda tangan.

Usai Presiden Jokowi menyampaikan pidato kenegaraan, para pimpinan DPR kemudian mengajak Jokowi berkeliling gedung DPR. Sesampai di perpustakaan DPR, tempat prasasti ditaruh, Jokowi diminta untuk membubuhkan tanda tangan. Namun begitu, Jokowi tidak meneken prasasti itu dan meminta DPR mengkaji ulang proyek pembangunan gedung baru itu.

"Pak Jokowi usai acara itu disuruh teken 7 proyek pembangunan DPR. Saya percaya Tuhan tidak tidur. Dan benar saja Pak Jokowi tidak masuk jebakan batman mereka (pimpinan DPR)," sambung anggota Komisi III DPR RI itu.

Atas dasar itu, Ruhut menilai karma yang serupa menimpa Setnov dan Fadli. Keduanya yang menggelar pertemuan dengan Donald Trump, tidak bisa berkutik saat diajak bos properti AS itu jumpa pers terkait pencapresannya.

Bahkan Setya Novanto tidak bisa berkata tidak, saat Trump menanyakan kecintaan rakyat Indonesia padanya.

"Eh ini Tuhan membalas mereka (pimpinan DPR). Mereka kena jebakan Donald Trump. Mau ke mana-mana nggak bisa (saat jumpa pers). Kena jebakan batman kan dia," tandas Ruhut sambil tertawa lepas. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya