Berita

Malcolm Turnbull/net

Dunia

Menko Polhukam: Kita Tunggu Saja karena Turnbull Baru Dilantik..

RABU, 16 SEPTEMBER 2015 | 12:48 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Ada harapan di dalam negeri, hubungan diplomatik Indonesia dengan Australia akan lebih baik setelah bergantinya Perdana Menteri negeri kanguru itu dari Tony Abbott kepada Malcolm Turnbull.

Malcolm Bligh Turnbull, yang dikenal di sana sebagai pengusaha jutawan, menjadi perdana menteri setelah mengalahkan Tony Abbott dalam perebutan posisi Ketua Partai Liberal.

Pergantian kepemimpinan ini dianggap sebagian kalangan sebagai momentum memperbaiki hubungan Australia-Indonesia yang cukup buruk di masa Abbott, terutama akibat isu penyadapan dan imigran gelap.


Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan RI, Luhut Panjaitan, ketika ditanya wartawan mengenai isu ini, menjawab diplomatis bahwa Indonesia masih terlalu dini untuk menilai pemerintahan Turnbull.

"Kita tak punya prinsip bermusuhan dengan negara lain. Kita pelihara hubungan baik terhadap Australia. Kalau mereka respon tambah bagus, hubungan tambah baik. Saya tidak lihat hubungan itu istimewa sana sini, kita tunggu saja karena (Tunbull) baru dilantik," kata Luhut di sela kegiatan International Maritime Security Symposium (IMSS) 2015 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (16/9).

Memang Luhut mendapat informasi bahwa Turnbull diprediksi lebih koperatif dengan Indonesia. Namun ia tegaskan, sedari awal tidak ada niat Indonesia untuk membuat hubungan buruk dengan negara lain.

"Niat kita untuk membuat hubungan tak baik dengan negara lain itu sama sekali tidak ada. Australia itu strategic partner kita, tetangga kita, jadi kita tidak punya alasan untuk bermusuhan dengan Australia atau negara sekitar kita," terang Luhut.

Terlepas dari itu, lanjut Luhut, pemerintah Indonesia masih sibuk mengurus perekonomian nasional dan persoalan domestik lain sebagai top priority. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya